Sejarah Singkat

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang merupakan unit pelaksana teknis Badan Penelitian dan Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang terbentuk dari project kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang yang bernama Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk menangani teknik “Trial Plantation Project In Benakat, South Sumatera”, ATA-186 tahun 1979 sampai dengan tahun 1988.

Pada tahun 1984 dibentuklah UPT dibawah Dirjen Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan dengan nama Balai Teknologi Reboisasi (BTR) Benakat. pada tahun 1993 BTR Benakat beralih pengelolaannya dibawah Badan Litbang Kehutanan, dan tahun 1993 kedudukannya berpindah ke Palembang.

Melalui Keputusan Menteri Kehutanan No.6185/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002, jo Keputusan Menteri Kehutanan No.410/Kpts-II/2003, BTR Benakat berubah menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman Kawasan Indonesia Bagian Barat (BP2HT IBB). Kemudian pada tahun 2006 BP2HT IBB berubah nama menjadi Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Palembang dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kehutanan No.P42/Menhut-II/2006 tanggal 2 Juni 2016 yang disempurnakan lagi dengan Peraturan Menteri Kehutanan No.P36/menhut-II/2011 tanggal 20 April 2011.

Dengan adanya penggabungan Kementerian Kehutanan dengan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi KLHK, maka terjadi perubahan nomenklatur pada BPK Palembang. Melalui P.25/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 tanggal 29 Januari 2016, BPK Palembang berubah nama menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang.

Berdasarkan peraturan tersebut, BP2LHK Palembang mempunyai tugas melaksanakan  penelitian  dan pengembangan di bidang hutan, hasil hutan, meningkatan kualitas dan laboratorium lingkungan, sosial, ekonomi, penyiapan bahan saran kebijakan dan perubahan iklim serta melaksanakan  kegiatan penelitian dan pengemangan yang menjadi kebutuhan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.