Buku / Bunga Rampai

Tabel Tegakan Hutan Tanaman Industri Lahan Basah di Kabupaten OKI Sumatera Selatan

Rabu, 18 Jan 2017 | 265 Dibaca

Tabel Tegakan Hutan Tanaman Industri Lahan Basah di Kabupaten OKI Sumatera Selatan

Kelestarian pengelolaan hutan tanaman harus didukung dengan perencanaan yang baik pada tingkat manajemen tapak. Perencanaan pada tingkat tapak membutuhkan berbagai informasi dalam bentuk perangkat pengelolaan, yang salah satu bentuk dari perangkat tersebut adalah informasi pertumbuhan dan hasil dari jenis tanaman/tegakan yang dikelola. Informasi pertumbuhan dan hasil tersebut dapat berbentuk tabel tegakan maupun berbentuk model pertumbuhan/ hasil.

Sesuai dengan kebijakan Pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kehutanan No. P.30/Menhut-II/2014 tentang Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) dan Rencana Kerja pada Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (RKUPHHK-HTI) yang dijabarkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan No. P.7/VI-BUHT/2014 tentang Pedoman
Penyusunan, Penilaian dan Persetujuan RKUPHHK-HTI, perusahaan pemegang IUPHHK-HTI diwajibkan melibatkan institusi penelitian dan perguruan tinggi dalam penyusunan tabel tegakan. Berkenaan dengan hal tersebut, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang telah menjalankan amanah peraturan tersebut dalam bentuk kegiatan bimbingan teknis dalam rangka penyusunan Tabel Tegakan di tiga perusahaan pemegang ijin IUPHHKHTI di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, yaitu di PT. Sebangun Bumi Andalas Wood Industries (SBA WI), PT. Bumi Mekar Hijau (BMH), dan PT. Bumi Andalas Permai (BAP).

Tabel Tegakan disusun untuk hutan tanaman industri jenis Acacia crassicarpa dan Acacia mangium yang dikembangkan pada lahan basah. Tabel tersebut disusun secara terpisah untuk masing-masing jenis, tipe lahan, dan lokasi pengembangan. Tipe lahan pada ketiga areal konsesi perusahaan tersebut terdiri atas tiga tipe, yaitu marine clay, gambut dangkal (kedalaman < 1 meter) dan gambut dalam (kedalaman >1 meter) yang selanjutnya dikategorikan ke dalam kelas kesesuaian lahan IV, VI, dan VII.


Baca Unduh


Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar