Utama

Target Lolos INSINAS atau LPDP, BP2LHK Palembang Gelar Pelatihan Penulisan Proposal Riset

Selasa, 30 Jul 2019 | 32 Dibaca

Target Lolos INSINAS atau LPDP, BP2LHK Palembang Gelar Pelatihan Penulisan Proposal Riset

BP2LHK Palembang (Palembang, 24/7/2019)_”Setelah pelatihan ini, harapannya ilmu yang didapat bisa diaplikasikan ke proposal yang dibuat, sehingga diterima di semua lembaga donor yang diajukan, ya paling tidak lolos INSINAS”, ujar Tabroni, Kepala Balai Litbang LHK Palembang sewaktu membuka pelatihan penulisan proposal riset di ruang rapat Tembesu, Balai Litbang LHK Palembang (Rabu, 24/7) yang diikuti oleh semua pejabat fungsional peneliti lingkup Balai.

Lebih lanjut Tabroni menjelaskan pelatihan penulisan proposal riset ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi peneliti Balai dan juga merupakan salah satu bagian program kerja Pusat Iptek Unggulan (PUI) Balai Litbang LHK Palembang. “Sejak Desember 2018, Balai kami sudah ditetapkan dalam proses pembinaan PUI. Untuk itu kita berusaha memacu meningkatkan produktifitas penelitinya agar dapat menaikkan indikator kinerja PUI”, ungkap Tabroni.

Senada dengan Tabroni, Sri Utami Koordinator Kegiatan PUI Balai Litbang LHK Palembang juga mengharapkan pelatihan ini dapat mengasah kemampuan peneliti untuk menulis proposal yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan lembaga lainnya. “Kompetisi untuk mendapatkan dana hibah penelitian memang lah sangat ketat, kita perlu strategi yang mumpuni agar proposal kita dapat lolos dalam seleksi tersebut, salah satunya dengan mengundang Pak Agus yang merupakan reviewer di beberapa lembaga pemberi dana hibah penelitian dan pengembangan”, kata Sri Utami.

Agus Susatya yang didapuk menjadi pengajar pada pelatihan penulisan proposal riset ini, merupakan dosen di Universitas Bengkulu. Menurutnya, proposal yang yang diterima dan disetujui untuk didanai adalah proposal yang bisa menyakinkan para reviewer nya bahwa proposal itu layak didukung, dengan memperhatikan kepakaran dan kompetensi penelitinya dalam suatu bidang tertentu serta yang paling penting proposal itu memiliki dampak positif yang luas.

“Proposal yang diterima juga harus yang mendukung Rencana Induk Riset Nasional, karena itu banyak lembaga pemberi hibah yang mensyaratkan adanya kemitraan dengan lembaga lainnya” jelasnya. Selain memberikan gambaran mengenai sistematika proposal, Agus Susatya juga memaparkan kriteria proposal yang baik. Ada lima kriteria, yaitu novelty (pembaharuan) – dengan juga memperhatikan landasan teori yang dipakai, merupakan penguatan dari hasil penelitian sebelumnya, memiliki fokus penelitian dengan tidak melenceng dari arah kebijakan nasional, mengakomodir pesan-pesan khusus dalam bentuk luaran yang disyaratkan oleh lembaga donor serta lolos proses seleksi. (FA).

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar