Utama

Suksesi Alam dan Melastoma di Lahan Gambut

Selasa, 27 Nov 2018 | 96 Dibaca

Suksesi Alam dan Melastoma di Lahan Gambut

Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan rusaknya vegetasi dan menurunnnya keanekaragaman tumbuhan di lokasi terjadinya kebakaran. Secara alami areal yang terbakar akan mengalami pemulihan lahan pasca terbakar. Secara alami, lahan – lahan pasca kebakaran akan mengalami pemulihan atau suksesi. Seperti halnya lahan gambut Merang Kepahiyang yang merupakan bagian dari ekosistem rawa gambut Taman Nasional Berbak-Sembilang.

Secara alami lahan-lahan yang terbakar akan bersuksesi sesuai dengan kondisi pasca terbakar. Berdasarkan hasil penelitian tim peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) palembang menunjukkan bahwa suksesi di hutan rawa gambut Merang Kepahiyang dijumpai jenis seduduk (Melastoma malabatrichum. L).

Senduduk atau Melastoma merupakan tanaman asli daerah tropis dan sub tropis dan secara umum dapat ditemukan pada daerah terbuka (mendapat cukup sinar matahari) serta dapat tumbuh secara melimpah di areal lembab. Hal inilah yang mungkin mendasari ditemukannya jenis senduduk di lahan rawa pasca terbakar. Meskipun termasuk jenis gulma, tanaman ini ternyata mempunyai khasiat sebagai obat. Demikian dijelaskan Ir. Asmaliyah, M.Sc., peneliti BP2LHK Palembang pada Senin (26/11) di ruang kerjanya.

“Melastoma ini oleh masyarakat lokal di Sumatera bagian selatan dimanfaatkan sebagai obat penyakit kuning dan ambeian. Masyarakat lokal yang tinggal di kawasan hutan adat Gunung Semarong Desa Mandong Kalimantan Timur memanfaatkan daun senduduk untuk pengobatan darah tinggi ” jelasnya.

Lebih lanjut, peneliti biofarmaka ini menambahkan, masyarakat suku Marmas Naikhongcharri, Bandarban, di Bangladesh secara tradisional memanfaatkan akar senduduk yang dibuat jus untuk pengobatan penyakit kuning Selain itu, pucuk daun senduduk juga dimanfaatkan untuk pengobatan darah tinggi, diabetes, penyakit maag dan luka lambung serta akarnya untuk pengobatan penyakit rematik, dan nyeri sendi.

Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa senduduk mengandung berbagai senyawa kimia diantaranya golongan terpenoid, fenol, saponin, triterpenoid, flavonoid, tannin, steroid, dan alkaloid yang terdapat pada daunnya. Kemudian pada akar senduduk  mengandung senyawa kimia dari golongan flavonoid, triterpenoid, tannin, saponin, steroid, glikosida. (Soe**).

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar