Utama

September 2019, Siap-Siap Panen Ikan Gambut di Plot Kedaton Sepucuk

Jumat, 5 Apr 2019 | 51 Dibaca

September 2019, Siap-Siap Panen Ikan Gambut di Plot Kedaton Sepucuk

BP2LHK Palembang (Kayuagung, 5/04/2019). Setelah berhasil mengaplikasikan wana-mina-tani (agrosilvofishery) di plot Kedaton Kedaton Sepucuk, tahun ini riset Balai Libang LHK Palembang (BP2LHK Palembang) akan dikuatkan dengan sinergi yang dibangun bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kunjungan Pusat Riset Perikanan (Puriskan) dan Balitbang Budidaya Air Tawar (BRPBATPP Bogor) berprospek menjadi titik awal inisisasi kerja sama pengembangan agrosilvofisheries di ekosistem gambut. Kolaborasi riset ini diharapkan mampu mempercepat restrorasi gambut yang akan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Survey pendahuluan ini dilaksanakan di plot pilot project coba restorasi gambut terintegrasi yang berlokasi di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung. Kepala BRPBATPP Bogor, Nurhidayat, didampingi peneliti-penelitinya mengatakan survey ini membuka peluang rencana potensi sinergi antar lembaga PUI. “Kekuatan sinergi ini dapat mendorong intensifikasi potensi lokal daerah setempat sehingga mampu meningkatkan ekonomi lokal dan memberikan kontribusi kepada daerah” tuturnya.

Menanggapi sinergitas ini, Kepala Balai LHK Palembang, Tabroni menyambut baik skema kerja sama ini. Tabroni mengatakan plot yang dibangun BP2LHK Palembang tahun 2017 yang lalu, membutuhkan banyak kolaborasi dengan pusat-pusat riset lainnya agar terwujud litbang yang holistik dan terintegratif, pun dapat menciptakan diversifikasi produk gambut. “Siapa sangka dengan penerapan iptek yang tepat, lahan gambut yang tidak produktif dapat disulap menjadi lahan yang dapat memberi penghasilan sepanjang tahun. Bukan hanya dari pertanian tapi juga dari perikanan”, ujar Tabroni.

Agus Cahyadi, Kepala Bidang Riset Puriskan mengatakan integrasi penelitian ini sudah dimulai sejak tahun 2018 dengan ditandatanganinya MOU antara kedua Badan Riset. Setelah melihat kondisi dan sumber daya yang ada, Agus merasa optimis bisa melanjutkan inisiasi ini. “Kami akan mengembangkan ikan-ikan kualitas lokal, seperti sepat dan ikan tambakan. Kedua komoditas ini sudah kami rancang melalui Balai Riset kami yang ada di Sempur.  Dengan luasan 4 ha ini, kami berharap akan panen raya  paling tidak di bulan September” ucapnya.

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar