Utama

PUSAT RISET PERIKANAN INISIASI SINERGITAS AGROSILVOFISHERY PADA EKOSISTEM GAMBUT

Kamis, 4 Apr 2019 | 33 Dibaca

PUSAT RISET PERIKANAN INISIASI SINERGITAS AGROSILVOFISHERY PADA EKOSISTEM GAMBUT

Palembang (BP2LHK Palembang, 4/4/2019)_Restorasi lahan gambut dengan konsep agroforestry Wana Mina Tani yang dilakukan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LHK) Palembang mendapat apresiasi dari Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal ini ditandai dengan kunjungan yang mereka lakukan pada Kamis (04/04/2019). Bertempat di ruang rapat BP2LHK Palembang, rombongan diterima langsung oleh Kepala BP2LHK Palembang, Ir. Tabroni didampingi oleh para pejabat struktural, ketua kelompok peneliti dan tim kerja Pusat Unggulan IPTEK Restorasi Lanskap Hutan Dataran Rendah BP2LHK Palembang.

Saat membuka acara, Kepala BP2LHK Palembang menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan.

“Saya menyambut baik dan berterima kasih kepada tim dari Pusat Riset Perikanan yang telah  menginisiasi sinergitas dengan kami dalam mengembangkan pola agrosilvofishery pada ekosistem gambut. Sebagaimana bapak ibu ketahui, tim peneliti kami sudah mengembangkan pola wana mina tani untuk restorasi lahan gambut terdegradasi di Sepucuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Apa yang telah dilakukan di sana menurut kami adalah bentuk modifikasi untuk memberikan ruang bagi sinergitas perikanan dan kehutanan. ” tutur Tabroni

Lebih lanjut, Tabroni juga mengharapkan hasil diskusi nantinya dapat memberikan manfaat bagi kinerja lembaga. “ Kami berharap diskusi ini akan memberikan manfaat besar dan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah-langkah  apa saja yang bisa dilakukan untuk menunjang kinerja lembaga” tegas nya.

Kepala Bidang Riset Perikanan Budidaya Pusat Riset Perikanan, Agus Cahyadi, S.Pi, M.Si. dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa keputusan untuk melakukan sinergi diambil setelah mendengar keberhasilan restorasi lahan gambut yang dilakukan BP2LHK Palembang di Sepucuk, Kabupaten OKI.

“Tahun lalu kami telah menyampaikan terkait kebutuhan sinergitas antara perikanan dengan kehutanan yang disambut oleh masing-masing Kepala Badan baik Badan Riset Perikanan maupun Badan Litbang dan Inovasi Kehutanan. Kegiatan restorasi di Sepucuk dengan pola Wana Mina Tani, akan memberikan ruang yang relevan bagi perikanan untuk mengisi relung sinergitas pada ekosistem lahan gambut” jelas Agus

Agus juga mengharapkan sinergi yang akan terbangun dapat memberikan kekuatan hilirisasi yang nantinya menghasilkan nilai tambah baik itu dari ekonomi, sosial dan ekologi gambut sendiri.

Beberapa Point penting yang menjadi perhatian dalam diskusi tersebut antara lain (1) Rencana pengembangan komuditas perikanan dengan jenis lokal.  Pusat Riset Perikanan mengusulkan untuk mengembangkan komuditas ikan yang disebut LGBT (Limbat, Lele, dan Lais; Gabus dan  Gurame;  Betok dan baung, Tambakan dan Tapah), (2) Potensi lahan gambut juga dapat diarahkan untuk pengembangan ikan hias, misalkan ikan gabus hias. Sehingga nantinya tidak hanya ikan untuk konsumsi saja, melainkan ada kegiatan budidaya ikan hias yang dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih tinggi, (3) Pengembangan rumput kumpai sebagai sumber pakan alternatif,  dan (4) Strategi dalam menyiasati fuktuasi muka air pada musim penghujan dan kadar PH air pada musim kemarau. (nsoe**).

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar