Utama

Potensi Fine Fuel Tinggi, Karhutla Kembali Mengintai Kabupaten Ogan Komering Ilir

Rabu, 10 Okt 2018 | 76 Dibaca

Potensi Fine Fuel Tinggi, Karhutla Kembali Mengintai Kabupaten Ogan Komering Ilir

BP2LHK Palembang (Palembang, 09/10)_ Bencana Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengintai Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pasalnya sejak bulan Juli silam beberapa kejadian karhutla telah terjadi, sebut saja karhutla yang terjadi pada Minggu (15/7) di Desa Cinta Jaya seluas 105 hektar dan Desa Kayu Labu pada Rabu (18/7) seluas 75 hektar yang berada di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Karhutla dapat terjadi jika memenuhi tiga unsur, yaitu adanya api, udara (oksigen) dan bahan bakar. Keberadaan bahan bakar dalam kondisi kering terutama di lahan gambut akan berpotensi menyebabkan kebakaran hebat. Hal ini disampaikan peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang, Agus Kurniawan, S.Hut., M.Sc) di ruang kerjanya pada Senin (9/10).

“Jenis bahan bakar yang mudah tersulut dan menjadi pemicu terjadinya karhutla yaitu bahan bakar halus (fine fuel) berupa rumput dan semak belukar” jelas Agus Kurniawan. Peneliti bidang perlindungan hutan ini mengungkapkan rumput dan tumbuhan bawah di areal penggembalaan kerbau pada saat kering sangat berpotensi menjadi pemicu karhutla.

“Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir menyebutkan bahwa data kelimpahan bahan bakar halus berupa rerumputan dan tumbuhan bawah lainnya mencapai 20.731,5 ton dalam kondisi basah dan 3.157,94 ton pada kondisi kering sehingga hal ini menunjukkan kelimpahan potensi bahan bakar yang besar”.

Keberadaan bahan bakar halus ini jauh lebih penting dibandingkan tipe bahan bakar lainnya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar sehingga diperlukan kewaspadaan dan usaha pencegahan dari semua pihak.

“Bahan bakar halus dalam kondisi ekstrim kering akan mudah menyala apabila terdapat pemicu nyala api meskipun kecil” tegas Agus Kurniawan.  Upaya untuk mempertahankan bahan bakar dalam kondisi tetap basah dan upaya preventif lain berupa sosialisasi tentang bahaya kebakaran utamanya kepada para peternak kerbau yang berinteraksi langsung dengan lahan rawan terbakar perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya potensi bencana karhutla. Soe**

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar