Utama

Peringatan Hari HPSN, Ayo Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai

Senin, 4 Mar 2019 | 30 Dibaca

Peringatan Hari HPSN, Ayo Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai

BP2LHK Palembang (Palembang, 04/03/2019)_ Merangkum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) ke dalam Gerakan Indonesia Bersih menjadi penting karena secara prinsip terbangun kolaborasi esensi pokok untuk mengatasi sampah untuk kebersihan. Demikian sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya yang dibacakan Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang, Ir. Tabroni, MM selaku komandan pada apel peringatan HPSN di Taman Wisata Alam Puntikayu, Palembang pada Senin pagi (04/03).

Kordinator wilayah unit pelaksana teknis KLHK lingkup Provinsi Sumatera Selatan ini menyampaikan bahwa HPSN ini merupakan sebuah momentum berharga dalam membangun kesadaran untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang sangat pelik dan kompleks.

“Kelola Sampah, Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai menjadi tema penting peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019” ucap Tabroni.

Lebih lanjut, Tabroni menjelaskan bahwa Pemerintah melalui KLHK telah menetapkan target di tahun 2025 sampah sudah terkelola 100%, dengan pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%. Angka pengurangan sampah sebesar 30% memberikan makna bahwa paradigma pengelolaan sampah memberikan titik tekan pada kebijakan up-stream (hulu), dengan mindset 3R (reduce, reuse, recycle).

“Keprihatinan terhadap banyaknya timbunan sampah plastik yang belum terkelola dengan baik menjadi fokus perhatian baik nasional maupun internasional” tegasnya. Sebagai contoh ancaman sampah plastik dengan ukuran mikro atau marine debris sangat berbahaya bagi manusia dan satwa karena mengganggu kesehatan. Apabila marine debris sampai terkonsumsi ikan dan masuk dalam sistem rantai pangan (food chain) akan sangat berbahaya. Untuk itu melalui Perpres 83/2018 Pemerintah bertekad untuk dapat mengatasi masalah sampah laut dan plastik di Indonesia.

“Tantangan pengelolaan sampah saat ini adalah pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat sehingga berakibat pada meningkatnya volume dan jenis sampah, selain hadirnya karakteristik sampah yang semakin beragam” lanjutnya.

Pada akhir sambutannya, Menteri LHK mengajak untuk menghadapi tantangan pengelolaan sampah dengan langkah sistematis dan kerja kolaboratif dalam semangat gotong royong.

Sebelumnya, HPSN muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 di mana curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada gunungan sampah menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa dan hilangnya dua kampung (Cilimus dan pojok) dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari (TPA) Leuwigajah.

Apel peringatan HPSN ini dihadiri oleh perwakilan pegawai Unit Pelaksana Teknis lingkup KLHK Provinsi Sumatera Selatan yaitu BP2LHK Palembang, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Musi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Sumatera, Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah V Palembang, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah II, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Suamtera **(nsoe)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar