Utama

Peran Pendidikan Lingkungan Hidup Dalam Melawan Ancaman Karhutla

Senin, 24 Sep 2018 | 61 Dibaca

Peran Pendidikan Lingkungan Hidup Dalam Melawan Ancaman Karhutla

Palembang (BP2LHK Palembang, 24/09)_Peran penting pendidikan lingkungan hidup (PLH) terhadap pembangunan di semua sektor kehidupan merupakan kebenaran yang bersifat aksioma. Tanpa terkecuali sektor lingkungan hidup dan kehutanan yang sedang berperang melawan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2HK) Palembang, Nuralamin, S.Hut., M.Eng, menyampaikan bahwa dasar pemilihan pendidikan sebagai metode mengatasi masalah karhutla adalah perubahan perilaku manusia.

“Pendidikan adalah salah satu instrumen dalam merubah perilaku manusia. Perubahan perilaku yang dimaksudkan antara lain perilaku dari yang semula tidak/belum tahu menuju tingkatan tahu, dari semula abai dan tidak peduli menuju peduli akan dampak karhutla” jelas Nuralamin.

Sebagaimana disampaikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya, bahwa penanganan karhutla dihadapkan pada banyak tantangan sehingga perlu bekerja bersama-sama dalam mengoptimalkan pengendalian karhutla melalui peningkatan peran para pihak termasuk di dalamnya memberikan bekal informasi, pengetahuan, ketrampilan dan sikap terkait dengan dampak dan bahaya kebakaran hutan dan lahan serta upaya-upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Nuralamin menjelaskan bahwa PLH dalam rangka pencegahan karhutla hendaknya dirancang dengan desain agar dapat memberikan kesadaran dan merubah perilaku, sehingga tidak melakukan tindakan yang mengarah pada terjadinya karhutla. Lebih jauh, jika mungkin, juga mengarah pada terbentuknya kader-kader yang comitted dan berdikasi dalam mencegah terjadinya karhutla.

Lebih lanjut Nuralamin menyampaikan bahwa dalam kaitannya dengan pencegahan karhutla melalui PLH, tahapan internalisasi menjadi titik krusial yang menentukan keberhasilan dalam tujuannya merubah perilaku

“Pada tahap internalisasi ini, penentuan metode pengajaran akan sangat menentukan tingkat keberhasilannya. Metode ceramah, misalnya, cenderung akan menjadi sekedar transfer of knowledge tanpa adanya dampak signifikan untuk menyentuh sisi kesadaran dan perubahan perilaku peserta didik” tegas Nuralamin

Peneliti yang memulai tugasnya sebagai widyaiswara ini mengajukan metode yang dapat digunakan  dalam metode pengajaran PLH yakni teknik kontemplasi dengan setting ruang dan audio yang sesuai. Menurutnya hal-hal teknis semacam ini akan memberikan pengaruh besar dalam keberhasilan pencapaian tujuan internalisasi.

Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk melakukan internalisasi pengetahuan dan ketrampilan terkait pencegahan karhutla antara lain pendekatan keagamaan (religi). Dalam konteks ini, peserta didik diberikan pemahaman berdasarkan nilai-nilai keagamaan yang dianut oleh mayoritas mereka terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup yang lestari, khususnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Kedua, pendekatan hukum yakni dengan memberikan kesadaran bahwa membakar hutan dan lahan adalah tindakan yang dikategorikan melanggar hukum positif yang ditetapkan pemerintah/negara. Dengan kata lain, akan ada konsekuensi hukum dari semua tindakan yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan  atau kerusakan lingkungan.

Ketiga, pendekatan sosial yakni memberikan pemahaman dan penyadaran bahwa perbuatan merusak lingkungan hidup atau membakar lahan akan merugikan kepentingan dan aktifitas banyak sekali pihak.

Terakhir, pendekatan kemanusiaan yakni memberikan penekanan bahwa kegiatan membakar hutan dan lahan akan membahayakan keselamatan ribuan bahkan ratusan ribu orang. Siapapun sepanjang masih sehat dan normal sisi kemanusiaannya, akan menjadi tersentuh dengan pendekatan demikian.  Soe**

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar