Utama

Lakukan Rekayasa Teknis, BP2LHK Palembang Dukung Budidaya Perikanan Integratif di Lahan Gambut

Selasa, 7 Mei 2019 | 77 Dibaca

Lakukan Rekayasa Teknis, BP2LHK Palembang Dukung Budidaya Perikanan Integratif di Lahan Gambut

Palembang (BP2LHK, 07/05/2019)_ Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang lakukan manipulasi lahan dan rekayasa teknis di lahan gambut. Demikian disampaikan Ir. Bastoni, M. Si., Peneliti Ahli Madya Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang di ruang kerjanya pada Senin (06/05).

“Selama kurang lebih 13 tahun kami melakukan riset di lahan gambut, kami berhasil mengembangkan model pengelolaan lahan gambut terintegrasi berbasis agrosilvofishery. Model ini merupakan bentuk manipulasi lahan dan rekayasa teknis budidaya yang memberi ruang sinergi dan kolaborasi antara sektor kehutanan, pertanian dan perikanan” kata Bastoni

Lebih khusus ketika ditanya soal potensi perikanan di lahan gambut, Bastoni menyampaikan bahwa pengembangan perikanan sangatlah dimungkinkan

“Sangat mungkin dan besar sekali potensinya, dengan skema agrosilvofishery ini budidaya perikanan dapat dilakukan secara integratif dan pada akhirnya akan dapat mendukung revitalisasi mata pencaharian dan pendapatan masyarakat lokal” ujarnya.

Akan tetapi, tidak semua tipologi lahan gambut cocok untuk dikembangkan menjadi lahan budidaya perikanan, hal ini erat kaitannya dengan perspektif daya dukung lahannya.

“Kendala utama budidaya perikanan pada lahan gambut adalah pH air yang rendah. Hanya lahan gambut yang mempunyai periode tergenang lebih panjang yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan budidaya perikanan” terangnya.

“Sebagai contoh lokasi Pilot Model di Kabupaten OKI, secara umum memiliki pH air tanah berkisar antara 3,46 - 3,66 yang tergolong sangat masam. Akan tetapi, dengan modifikasi kolam simpanan air dan drainase alami yang terhubung dengan danau atau sungai induk, maka pH air dan kadar oksigen terlarut akan meningkat karena ada aliran air dan akan semakin meningkat apabila ada suplai air hujan yang bereaksi netral di musim hujan” lanjutnya.

Selain rekayasa teknis, BP2LHK juga telah mencoba melakukan pendekatan biologis dengan mengembangkan budidaya ikan lokal bersifat intensif, input berupa penebaran bibit ikan yang jenisnya disesuaikan dengan hasil inventarisasi Nurmayani (2017). Jenis ikan yang telah dikembangkan adalah betok (Anabas testudineus), tambakan/tembakang (Helostoma teminckii), sepat siam (Trichogaster pectoralis), sepat mata merah (Trichogaster trichopterus), lele lokal (Clarias sp.) dan gabus (Channa striata).

Lebih lanjut, pendekatan secara biologis lain yang dapat dilakukan menurut Gleni Hasan Huwoyon dan Rudhy Gustiano (2013) adalah dengan introduksi ikan-ikan dari luar dan hasil rekayasa yang tahan terhadap perairan gambut. Berdasarkan hasil penelitian mereka, beberapa jenis ikan yang telah diintroduksi dan mulai dikembangkan di perairan gambut adalah ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus), lele dumbo (Clarias gariepienus), dan ikan nila (Oreochromis niloticus) dan strain BEST (Bogor Enhanched Strain Tilapia).

Sebagai informasi, plot pilot model restorasi gambut terintegrasi berbasis agrosilvofishery telah terbangun di Kabupaten OKI. Plot dengan luas 4 hektar ini mempunyai tiga komponen utama yaitu lahan bagian tengah yang digunakan untuk budidaya tanaman kehutanan dan tanaman pertanian (padi) sebesar 70%, kolam yang digunakan untuk budidaya ikan dan simpanan air sebesar 15% dan pematang yang digunakan untuk budidaya tanaman hortikultura sebesar 15% dari.

Plot ini telah dilirik dan diapresiasi oleh Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal ini ditandai dengan kunjungan yang mereka lakukan pada Kamis (04/04/2019) lalu. Kunjungan ini menjadi titik awal inisiasi kerjasama pengelolaan lahan gambut secara kolaboratif untuk percepatan restorasi gambut yang akan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (nsoe**).

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar