Utama

Delegasi Bonn Challenge Puji Hasil Penelitian Gambut BP2LHK Palembang

Rabu, 10 Mei 2017 | 59 Dibaca

Delegasi Bonn Challenge Puji Hasil Penelitian Gambut BP2LHK Palembang

BP2LHK Palembang (Kayuagung, 10/5/2017). Delegasi The First Asian Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting mengunjungi lokasi penelitian BP2LHK Palembang, Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot Restorasi Hutan Rawa Gambut Bekas Kebakaran, Senin (8/5/2017). Sebanyak 27 delegasi dari berbagai negara dan tamu undangan lainnya hadir di lokasi yang terletak di Kelurahan Kedaton, Kecamatan KayuAgung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Selain untuk melihat upaya restorasi gambut yang telah dilakukan di provinsi Sumatera Selatan, rombongan ini juga ikut menanam jenis-jenis pohon lokal unggulan lahan gambut di area ini.

Rombongan delegasi tiba di Kedaton pada pukul 10.00 pagi. Dalam sambutannya Kepala Puslit Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Ilkim KLHK, Dr. Bambang Supriyanto, selaku perwakilan dari Badan Litbang dan Inovasi KLHK menjelaskan historis pembangunan Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot Restorasi Hutan Rawa Gambut Bekas Kebakaran oleh BP2LHK Palembang. Bambang mengatakan bahwa demplot ini hadir sebagai salah satu upaya litbang LHK mengatasi dampak kebakaran hebat di Indonesia tahun 1997. “Demplot seluas 20 Ha ini dibangun tahun 2009. Dulunya, tempat ini merupakan lahan gambut yang terdegradasi berat karena kebakaran yang berulang. Penelitian yang kita lakukan adalah mencari teknik silvikultur apa yang sesuai diterapkan di lahan yang kalau di musim hujan tergenang dan kering di musim kemarau”, tuturnya menjelaskan. Lebih lanjut Beliau juga memaparkan mengenai potensi yang menjanjikan dari demplot ini. Karena demplot ini bukan saja memperbaiki di sisi ekologisnya tapi juga memperhatikan permasalahan sosial ekonomi yang ada di lahan gambut tersebut. Bambang mengakhiri sambutannya dengan mengapresiasi gaya kepemimpinan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dan Bupati Ogan Komering Ilir, Iskandar, S.E. yang sangat peduli pada program-program lingkungan. Dia juga berharap kesuksesan penelitian BP2LHK Palembang di lahan gambut dapat diadopsi oleh pemangku kepentingan lainnya dan dapat diperluas dalam skala besar.

Ketua Tim Peneliti Gambut BP2LHK Palembang, Ir. Bastoni, M.Si,  dalam sesi penanaman juga turut menjelaskan kepada para delegasi dan tamu undangan lainnya mengenai demplot tersebut.  “Kami sudah berhasil mengkoleksi 25 jenis pohon lokal (indigeneous species) unggulan hutan rawa gambut dari provinsi Sumatera Selatan, Jambi dan Riau. Target kita akan ada 80 jenis pohon lokal lainnya baik dari Sumatera maupun Kalimantan yang akan kita tanam disini”, terangnya. Saat ini jenis-jenis pohon yang sudah ditanam di areal ini, antara lain ramin (Gonystylus bancanus),  jelutung rawa (Dyera lowii), punak (Tetramerista glabra), perupuk (Lopopethalum javanicum), meranti (Shorea belangeran), medang klir (Alseodaphne sp.), beriang (Ploiarum alternifolium), dan gelam (Melaleuca leucadendron).

Riset restorasi lahan gambut telah dimulai BP2LHK Palembang sejak 20 tahun yang lalu. Dalam pelaksanaannya Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot Restorasi Hutan Rawa Gambut Bekas Kebakaran ini, pendanaanya didukung oleh the International Tropical Timber Organization (ITTO) dan pemerintah daerah melalui pemberian ijin penggunaan areal tersebut menjadi lokasi penelitian. Pembangunan demplot ini sekarang menjadi wujud keberhasilan upaya merestorasi lahan gambut terdegradasi berat akibat kebakaran di Provinsi Sumsel sehingga terpilih menjadi lokasi field trip The First Asia Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting. (***FA)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar