Utama

Degradasi Lahan Gambut dan Upaya Restorasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir

Rabu, 17 Okt 2018 | 46 Dibaca

Degradasi Lahan Gambut dan Upaya Restorasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir

Palembang (BP2LHK Palembang, 17/10/2018)_ Degradasi lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagian besar disebabkan oleh kegiatan alih fungsi lahan, pembalakan liar, proses drainase yang kurang tepat, serta kebakaran hutan dan lahan.  Degradasi lahan gambut ini berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten OKI, demikian disampaikan peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LHK) Palembang, Sri Lestari, S.Hut., M.S.E, MA. pada Selasa (16/10) di ruang kerjanya.

“Degradasi lahan gambut yang terjadi di OKI telah menyebabkan kerusakan ekosistem yang berdampak pada penurunan sumber mata pencaharian masyarakat. Di beberapa wilayah misalnya lahan pertanian pasang surut tidak bisa dimanfaatkan lagi karena mengalami kekeringan parah di musim kemarau dan banjir di musim penghujan” kata Sri Lestari.

Peneliti bidang ekonomi kehutanan ini menjelaskan bahwa aktivitas perekonomian masyarakat yang memanfaatkan lahan gambut diantaranya adalah kegiatan pertanian dengan jenis tanaman utamanya berupa padi dan jagung. Masyarakat juga mencari ikan di areal lahan gambut atau yang dikenal dengan istilah bekarang. Masa panen raya ikan di wilayah ini biasanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan dan awal musim kemarau. Selain kegiatan pertanian dan mencari ikan, beternak kerbau rawa juga menjadi salah satu pilihan bagi mata pencaharian masyarakat. Untuk menambah penghasilan keluarga, kaum perempuan mengerjakan kerajinan purun, terutama dalam bentuk tikar. Mereka juga melakukan diversifikasi produk pangan dari bahan baku susu kerbau. Pada musim hujan, jumlah pakan yang melimpah akan meningkatkan produksi susu kerbau sehingga para ibu rumah tangga dapat mengolahnya menjadi berbagai produk olahan pangan.

Pemerintah terus melakukan upaya rehabilitasi dan restorasi agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut. Selain dengan teknik pembasahan dan revegetasi dengan jenis tanaman lokal, revitalisasi sumber mata pencaharian dan pemberdayaan masyarakat juga dilakukan dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lahan gambut.

“Kesejahteraan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan untuk pelibatan langsung dalam upaya restorasi lahan gambut. Terutama dalam upaya pencegahan kebakaran dan pencegahan laju kerusakan. Revitalisasi ekonomi dengan produk lokal akan dapat memberdayakan masyarakat di sekitar lahan rawa gambut, sehingga masyarakat akan lebih produktif dalam berbagai kegiatan pertanian, sekaligus dapat menekan kebutuhan untuk membuka lahan baru dengan cara membakar” jelas Sri Lestari. Soe*

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar