Utama

BP2LHK PALEMBANG KENALKAN POTENSI TANAMAN LOKAL BIO ENERGI KE MITRA

Selasa, 18 Sep 2018 | 21 Dibaca

BP2LHK PALEMBANG KENALKAN POTENSI TANAMAN LOKAL BIO ENERGI KE MITRA

BP2LHK Palembang (Kayuagung, 13/09/2018). “Sumatera Selatan kaya akan potensi bio energi, sayang bila tidak dimanfaatkan secara optimal” ujar Himlal Baral, peneliti Center for International Forestry Research (CIFOR) setelah mengunjungi Kebun Konservasi Plasma Nutfah yang dikelola oleh Balai Litbang LHK Palembang (Kamis, 13/09/2018). Himlal yang datang bersama kolega nya Syed Ajijur Rahman dan Yusuf Bahtimi, beserta peneliti dari National Institute of Forest Science (NIFOS) Korea, Soo Min LEE dan Rae Hyun KIM mengatakan pemanfaatan lahan gambut untuk tanaman lokal potensi bio energi sangat tepat dikembangkan untuk mendukung program restorasi gambut Indonesia.

Setelah melihat sendiri biodiversitas dan lahan potensial yang cukup banyak untuk bio energi di Sumsel, Soo Min LEE, peneliti NIFOS juga berpendapat sama, peluang pengembangan dan kerjasama ini harus digarap bersama. “Dengan semakin tingginya permintaan akan energi dan semakin menurunnya produksi bahan bakar fosil domestik, kerja sama ini semakin relevan untuk diwujudkan” terangnya.

Tiga jenis tanaman potensi bio energi yang ada di Kebun Konservasi Plasma Nutfah dan diperkenalkan ke rombongan ini antara lain adalah perepat (Sonneratia alba), geronggang (Cratoxylon arborescens Bl), dan beriang (Ploiarium alternifolium). Menurut peneliti Balai Litbang LHK Palembang, Bastoni, ketiga jenis ini merupakan jenis fast growing. “Tanaman-tanaman ini sudah kita tanam di Kebun Konservasi Plasma Nutfah sejak tahun 2010, dan sekarang diameter tanaman ini meningkat terus dan saat ini berkisar antara 1.36-2.83 cm/tahun”, jelas Bastoni. Lebih lanjut Bastoni juga mengatakan bahwa tumbuhan ini juga jenis yang toleran untuk dapat dikembangkan di lahan gambut. Sebagai informasi, tanaman-tanaman ini ditanam di areal bekas kebakaran besar di tahun 1997 dan berulang di tahun 2006.  Namun, dengan pengalaman dan pembelajaran bertahun-tahun mengenai restorasi gambut, Balai Litbang LHK mengubah areal tersebut menjadi Kebun Konservasi Plasma Nutfah yang  kini menjadi bahan pembelajaran dan menjadi rujukan nasional.
 
Kunjungan CIFOR dan NIFOS terkait pengembangan bio energi di Sumatera Selatan merupakan kunjungan kali kedua. Selain untuk menindaklanjuti kunjungan sebelumnya, kunjungan ini ditujukan untuk menjajaki peluang kerja sama pengembangan tanaman lokal potensi bio energi di Sumatera Selatan. Rombongan yang ditemani oleh Rujito Agus Suwignyo, Erizal Sodikin dan Munandar dari Center of Excellence Peatland Conservation and Productivity Improvement (CoE PLACE) Universitas Sriwijaya, juga merencanakan akan mengunjungi Demplot Restorasi Gambut di Perigi dan Kebun Raya Sriwijaya. (Fitri).

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar