Utama

Berawal Dari Youtube, Petani Hutan Wanakindau Jatuh Cinta Dengan Rotan Jernang

Kamis, 21 Feb 2019 | 58 Dibaca

Berawal Dari Youtube, Petani Hutan Wanakindau Jatuh Cinta Dengan Rotan Jernang

BP2LHK Palembang (Palembang, 21/2)_Berawal dari menonton postingan di laman Youtube berjudul Si Mahal Nan Langka, petani hutan dari Desa Pinang Belarik, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim berkunjung ke Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang pada Senin (18/2). Kunjungan yang juga difasilitasi oleh Kepala Kesatuan Pemangku Hutan Produksi (KPHP) Benakat ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para petani hutan binaan KPHP Benakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Wana Kindau agar dapat langsung berkonsultasi dan berkoordinasi terkait IPTEK rotan jernang, baik itu pembibitan, penanaman, pengolahan pasca panen maupun pemasarannya.

“Jadi bapak, ibu, kami petani hutan yang tergabung dalam kelompok tani hutan Wana Kindau tertarik untuk mengusahakan rotan jernang ini setelah melihat dari youtube” jelas Suswanto, salah satu petani hutan yang hadir.

Menurutnya, jika rotan jernang ikut ditanam disela-sela tanaman karet maka akan dapat menambah penghasilan mereka. “Kami berharap dengan adanya rotan jernang di kebun kami, maka akan dapat menambah penghasilan selain dari karet” jelasnya lebih lanjut. 

Dalam kesempatan ini, Kepala KPHP Benakat Neneng H. Leliana, S.Hut., M.T. menyampaikan KPHP Benakat mencoba mengakomodir niatan para petani hutan ini dengan langsung berkomunikasi ke BP2LHK Palembang.

“Agar bapak-bapak ini mendapatkan informasi lebih lengkap maka kami langsung menghubungi BP2LHK Palembang, karena kami tahu balai ini sudah punya IPTEKnya” jelas Neneng.

Neneng juga menambahkan, Kelompok Tani Wana Kindau yang sebagian besar mengusahakan karet, sebelumnya juga telah mendapatkan pembinaan tentang pemanenan madu dan penanganan pasca panennya dari KPHP Benakat. Tapi dengan adanya niat yang besar untuk belajar tentang rotan jernang, maka tidak menutup kemungkinan nantinya hasil hutan bukan kayu yang akan dihasilkan bisa semakin beragam.

Kepala BP2LHK Palembang yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Data, Informasi dan Kerjasama, Anita T.L Silalahi, S.P., M.Si, menyambut baik atas inisiasi dari kelompok petani hutan Wana Kindau dan KPH Benakat ini. Menurutnya, BP2LHK Palembang sebagai bagian dari basis data kelitbangan mempunyai tugas untuk mentransfer informasi dan teknologi aplikatif sesuai dengan kebutuhan user sehingga nantinya dapat bermanfaat secara ekonomi, sosial maupun lingkungan.

“Sebagai salah satu lembaga litbang kehutanan, kami mempunyai kewajiban transfer knowladge kepada pihak-pihak lain sebagai user dari iptek kami. Tim peneliti dari BP2LHK Palembang juga telah secara mandiri melakukan budidaya rotan jernang di KHDTK Kemampo sebagai salah satu model pengelolaan hutan daratan rendah, nantinya mungkin bapak ibu sekalian dapat juga berkunjung melihat langsung rotan jernang yang ada disana”  jelas Anita.

Kunjungan petani hutan Wana Kindau dan KPH Benakat merupakan salah satu bentuk apresiasi atau pengakuan terhadap rotan jernang sebagai salah satu produk unggulan BP2LHK Palembang. Sebagaimana diketahui, BP2LHK Palembang menjadi salah satu Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang dibina oleh Kemeristek Dikti (NSOE**)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar