Utama

20 Tahun Tak Kunjungi Palembang, Prof. Pratiwi Sosialisasikan Peraturan LIPI Nomor 14 tahun 2018

Rabu, 9 Jan 2019 | 86 Dibaca

20 Tahun Tak Kunjungi Palembang, Prof. Pratiwi Sosialisasikan Peraturan LIPI Nomor 14 tahun 2018

Palembang (BP2LHK Palembang, 09/1)_ Dua puluh tahun tak kunjungi Palembang, Prof. Ris. Dr. Ir. Pratiwi, M.Sc., Peneliti Puslitbang Hutan (P3H) berkesempatan lagi menginjakan kaki di bumi Sriwijaya dalam rangka sosialisasi Peraturan LIPI nomor 14 Tahun 2018 Tentang Petunjuk  Teknis  Jabatan  Fungsional  Peneliti.  Peraturan ini merupakan pedoman  pelaksanaan,  pengusulan,  dan  penilaian jabatan fungsional peneliti. Jika aturan dulu hanya mengumpulkan angka kredit, sekarang peneliti harus berkontribusi terhadap output dan outcame instansi. Demikian disampaikan oleh Prof. Ris. Dr. Ir. Pratiwi, M.Sc di ruang rapat Tembesu Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang pada Selasa (08/1).

“Berdasarkan peraturan ini, mulai tahun 2019 kita harus mulai mensupport lembaga kita untuk menghasilkan Output dan Outcome instansi yang tercermin dalam SKP” kata Pratiwi.

Pratiwi melanjutkan, dalam mengajukan Daftar Usulan Penilaian dan Penetapan Angka Kredit (DUPAK), peneliti harus melampirkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang ditetapkan setiap tahunnya beserta data pendukungnya. Jumlah angka kredit kumulatif dihitung paling sedikit 80% dari unsur utama, tidak termasuk sub-unsur pendidikan formal dan paling banyak 20 % dari unsur penunjang.

Penilaian kinerja jabatan fungsional peneliti ini ditetapkan berdasarkan capaian AK setiap tahun. Sedangkan capaian Angka Kredit Kumulatif  yang merupakan salah satu syarat kenaikan pangkat dan/atau kenaikan jabatan peneliti dihitung berdasarkan capaian Angka Kredit (AK) setiap tahun dan perolehan Hasil Kerja Minimal (HKM) pada setiap periode.

"Pemenuhan HKM harus dicapai oleh fungsional peneliti dalam jangka waktu 4 tahun, akan tetapi jika HKM tidak dapat terpenuhi dalam waktu  tersebut maka bisa dipenuhi dalam 4 tahun berikutnya tetapi nantinya jadi dobel target misal yang semula 2 jurnal menjadi 4 jurnal "jelas Pratiwi.

Menutup acara ini, Kepala BP2LHK Palembang, Ir. Tabroni, MM berharap peraturan ini dapat menjadi pedoman bagi peneliti untuk memberikan gambaran output dan outcome hasil penelitian dan pengembangan BP2LHK Palembang sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan kehutanan kedepannya. (nsoe**)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar