Reportase

Unggul di Penelitian Restorasi Gambut, Peneliti BP2LHK Palembang Digandeng ITB

Senin, 14 Ags 2017 | 70 Dibaca

Unggul di Penelitian Restorasi Gambut, Peneliti BP2LHK Palembang Digandeng ITB

Palembang (BP2LHK Palembang, 14/07/2017). Setelah hasil penelitian restorasi lahan gambut BP2LHK Palembang diapresiasi dunia di ajang lingkungan internasional The First Asian Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting, kali ini BP2LHK Palembang didaulat Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk kolaborasi riset aksi paludikultur jelutung di wilayah KHG Sungai Sugihan – Sungai Lumpur Kabupaten OKI Palembang.  “Hasil penelitian Jelutung BP2LHK Palembang jadi acuan bagi kami dalam membangun proposal penelitian ke BRG”, ujar Dr. Yayat Hidayat, M.Si selaku Ketua Tim Riset mengawali rapat yang dilaksanakan di ruang rapat tembesu BP2LHK Palembang (Jumat, 11/07/2017).

“Tujuan kami kemari untuk berkoordinasi sekaligus minta arahan mengenai lokasi penelitian kami, sesuai apa yang diarahan BRG. Kami percaya, Litbang Palembang lebih mengerti dan memahami lokasi penelitian dan karateristik masyarakatnya”, tambahnya. Lebih lanjut beliau juga menyampaikan bahwa selain pemilihan lokasi penelitian, ITB juga mengharapkan adanya masukan mengenai jenis tanaman jelutung yang akan diteliti mereka. Minat masyarakat untuk menanam jelutung cukup rendah, karena permintaan pasar getah jelutung yang rendah.

Dalam diskusi yang dihadiri para peneliti BP2LHK Palembang, ITB disarankan untuk melihat beberapa desa potensial lainnya yang juga berada di OKI selain di Desa Riding, misalnya Desa Kayu Labuh, Kecamatan Pedamaran Timur. “Desa Kayu Labuh merupakan salah satu prioritas KHG di OKI, kelebihannya lebih mudah diakses dari Palembang”, ujar Dr. Mamat Rahmat, peneliti sosek BP2LHK Palembang. Selain itu juga di desa tersebut sudah ada proyek percontohan jelutung dan nenas yang ditanam masyarakat. Sedangkan Ir. Bastoni, M.Si, menanggapi perubahan pasar getah jelutung sebagai trend yang biasa di pasar. Menurutnya, pasar bisa dibentuk oleh produsen, salah satunya dengan menciptakan berbagai diversifitas produk jelutung. Dan bila getah jelutung yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, masyarakat akan dengan sendirinya tergerak untuk menanam jelutung.

“Hal yang harus kita pahami adalah jelutung rawa merupakan tanaman endemik gambut yang sudah masuk Appendix yang harus kita selamatkan. Kalau dimungkinkan harus ada slot pendanaan untuk memajukan unsur pemuliaan tanaman itu”, harapnya.

ITB merupakan salah satu lembaga penelitian yang mendapat dana penelitian dari Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk merestorasi lahan gambut di Indonesia. Koordinasi ini dilakukan agar penelitian jelutung di lahan gambut di KHG prioritas OKI tidak lagi dilaksanakan dari nol atau bahkan saling bertabrakan. Kedepannya ITB juga berharap bisa berkolaborasi dalam bidang lainnya dengan BP2LHK Palembang, seperti dalam bidang penulisan ilmiah. (**FA).

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar