Reportase

Peningkatan Produktivitas Tanaman Nilam Masyarakat Melalui Pelatihan

Kamis, 24 Ags 2017 | 57 Dibaca

BP2LHK Palembang (Palembang, 21/08/2017)_Peningkatan nilai lahan dan pendapatan masyarakat penting dilakukan. Untuk mendukung hal tersebut, JOB Pertamina - Talisman Jambi Merang bekerjasama dengan Balai Litbang LHK (BP2LHK) Palembang mengadakan pelatihan bagi masyarakat di Desa Medak, Kec. Bayung Lencir, Kab. Musi Banyuasin. Pelatihan yang dilakukan adalah budidaya tanaman nilam.

Hal ini sesuai dengan permintaan masyarakat desa tersebut yang sudah cukup lama menanam nilam tetapi produktivitasnya masih rendah. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani nilam sebagai upaya peningkatan produktivitas. Pelatihan diikuti oleh petani nilam yang tergabung dalam kelompok tani. 

Kegiatan pelatihan dilakukan selama 3 (tiga) hari, 13-15 Agustus 2017. Kegiatan pelatihan meliputi Penyampaian materi selama 1 hari dan praktik 2 hari. Materi yang disampaikan yaitu Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Provinsi Sumatera Selatan; Budidaya Nilam; dan Pengolahan Pasca Panen.

Materi HHBK secara umum sengaja disampaikan untuk menambah wawasan masyarakat tentang potensi-potensi yang ada di sekitar mereka. Selanjutnya dijelaskan tentang budidaya dan pengolahan pasca panen nilam sehingga masyarakat dapat melakukan kegiatan tersebut dengan baik.

Praktik yang dilakukan berupa pembuatan bibit dan persemaian, meliputi cara memilih dan mengambil bahan setek; cara pembuatan setek sebagai bahan bibit; cara penanaman; pembuatan media; pencampuran media; pengisian poybag; penyusunan polybag; pembuatan naungan; pemasangan sungkup dan cara memelihara bibit di persemaian.

Pelatihan seperti ini sangat diperlukan masyarakat. Selain dapat menambah wawasan dan pengetahuan, melalui pelatihan ini, peserta dan narasumber dapat mendiskusikan berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi. Dengan praktek, peserta mendapat nilai lebih karena bagi masyarakat umum tindakan nyata lebih penting daripada konsep-konsep yang sulit mereka pahami.

Pada pelatihan ini BP2LHK mengirim 2 orang peneliti Silvikultur yaitu Sahwalita, S.Hut.,MP dan Nanang Herdiana, S.Hut., MSc. Ke depan diharapkan Desa Muara Medak dapat menjadi salah satu desa sentra produksi minyak Nilam di Kabupaten Musi Banyuasin.

Sebagaimana diketahui, selama ini alasan klasik kebakaran hutan dan lahan sampai saat ini adalah ekonomi. Besarnya berbagai kepentingan terhadap lahan dan tingginya kebutuhan menjadi pemicu kekisruhan dalam pengelolaan lahan tersebut. Penguatan peran dan keikutsertaan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar hutan dalam pembangunan sangat diperlukan.

Pemberdayaan masyarakat secara otomatis akan mengalihkan kegiatan masyarakat sekitar hutan kelahan-lahan milik dan sekaligus menjaga lahan mereka dari kebakaran. Dengan demikian diharapkan mengurangi tekanan/perambahan terhadap hutan dan ada keterikatan masyarakat dengan lingkungan sekitarnya.(***Sahwalita)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar