Reportase

Merenda Asa Peningkatan Taraf Hidup Orang Rimba, Rotan Jernang Primadona Kerjasama

Kamis, 31 Ags 2017 | 14 Dibaca

Merenda Asa Peningkatan Taraf Hidup Orang Rimba, Rotan Jernang Primadona Kerjasama

BP2LHK Palembang (Palembang, 31/08/2017). Penyebarluasan hasil penelitian merupakan langkah penting dalam mensosialisasikan hasil-hasil penelitian yang dilakukan selama ini. Penggunaan teknologi di era digital semakin memudahkan proses diseminasi tersebut. Hal ini yang menjadi alasan kunjungan PT. Astra Agro Lestari Tbk ke Balai Litbang LHK Palembang (Selasa, 29/08/2017). “Setelah hampir putus asa, tidak tahu harus kemana lagi mencari informasi, kami melihat website Litbang Palembang yang bercerita tentang budidaya rotan jernang, kembali mata kami terbuka”, tutur Freddy T.H. Sinurat selaku Kepala Departemen CSR PT. Astra Agro Lestari Tbk. Dalam kunjungan tersebut, Freddy menuturkan bahwa PT. Astra Agro Lestari Tbk mencari mitra untuk membina Suku Anak Dalam (Orang Rimba) yang bermukim di desa-desa yang berdampingan dengan salah satu anak perusahaannya di Jambi.

Kunjungan ini disambut baik oleh Kepala Seksi Data Informasi dan Kerjasama BP2LHK Palembang, Anita TL Silalahi, S.Hut, M.P, yang mewakili Kepala Balai. “Kami sangat senang Bapak bisa hadir di Palembang, ini membuktikan bahwa website Balai berfungsi dengan baik dalam mendesiminasikan hasil-hasil penelitian kami”, ujarnya. Lebih lanjut Kasi DIK juga menyampaikan bahwa sebagai bentuk pelayanan teknis ke masyarakat, Balai sangat antusias mendukung program yang akan dijalankan PT. Astra Agro Lestari Tbk tersebut.

Tim Penelitian Rotan Jernang BP2LHK Palembang, diwakili oleh ketua tim penelitian, Sahwalita, S.Hut, M.P memberikan presentasi penelitian rotan jernang. “Potensi jernang sudah cukup lama dikenal sebagai komoditi yang memiliki nilai jual yang tinggi, namun sedikit sekali terekspos diluar. Di tambah lagi dengan susahnya menemukan pohon rotan jernang di masyarakat. Setiap kali kami menemukan tanamannya, biasanya selalu di tempat-tempat yang sulit dijangkau, seperti di tepi sungai yang terjal”, jelasnya. Sahwalita juga menjelaskan kelangkaan ini terjadi karena masyarakat suka menebang pohon jernang muda untuk diambil umbutnya. Selain itu, budidaya rotan jernang juga sulit dilakukan salah satunya karena getah jernang diambil dari buah muda, sehingga susah untuk mendapatkan buah masak sebagai sumber benih. Ini menyebabkan sistem keberlanjutannya sukar dijaga.

Menurut Freddy, Kepala Dirjen Perhutanan Sosial KLHK sendiri yang merekomendasikan rotan jernang untuk dikembangkan. Karena meskipun komoditas ini terpinggirkan, getah jernang banyak dicari industri-industri besar. “Masalahnya, kita tidak punya kompetensi untuk mengembangkannya. Karena itulah, kita berharap dapat bekerjasama dengan BP2LHK Palembang dalam hal pengadaan bibit jernang, pelatihan teknis dan pengawasan dan pengendalian hama”, ungkap Freddy

Selain kendala kompetensi, anggota tim penelitian rotan jernang lainnya juga mengingatkan PT. Astra Agro Lestari Tbk akan kendala sosial di SAD tersebut. “Budaya mereka itu budaya memungut, bukan menanam. Agak sulit untuk mengubah pola pikir mereka dan mengajak untuk menanam”, ujar Sri Lestari, S.Hut, M.S.E, M.A. Freddy menuturkan bahwa perusahaannya juga memikirkan hambatan yang sama dalam menjalankan program ini nantinya. Namun program ini diharapkan mampu meningkatkan animo SAD untuk menanam jernang. “Dalam 7-8 tahun mendatang, sawit milik perusahaan akan terancam bila Suku Anak Dalam ini dibiarkan dalam kemiskinan dan kebodohan. Mereka akan gampang dieksploitasi pihak lain, dan ini akan mengancam keberadaan perusahaan kami”, jelasnya.

Di hari kedua kunjungannya, perwakilan PT. Astra Agro Lestari Tbk ini berkesempatan untuk mengunjungi persemaian rotan jernang di KHDTK Kemampo (Rabu, 30/08/2017). “Persemaian ini merupakan persemaian yang paling sederhana yang pernah kita bangun. Tujuannya agar gampang diadopsi masyarakat”, ujar peneliti BP2LHK Palembang, Nanang Herdiana, S.Hut, M.Sc. Saat ini BP2LHK Palembang memiliki 5.000 bibit rotan jernang siap tanam.

PT. Astra Agro Lestari Tbk merupakan salah satu perusahaan perkebunan dan produsen minyak sawit terbesar di Indonesia. Melalui anak perusahaannya, PT. Sari Aditya Loka (PT. SAL) yang berlokasi di Jambi, sedang mempersiapkan perhutanan sosial dalam bentuk kemitraan dengan Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). Salah satu tujuannya adalah meningkatkan perekonomian warga Suku Anak Dalam (Orang Rimba) melalui penanaman dan pemanfaatan jernang (Daemonorops draco) pada areal zona pemanfaatan tradisional di TNBD. (Fitri Agustina).

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar