Reportase

Keniscayaan Memproduksi Asap cair (Wood Vinegar) BP2LHK Palembang Gunakan Alat Sederhana

Kamis, 11 Okt 2018 | 46 Dibaca

Keniscayaan Memproduksi Asap cair (Wood Vinegar) BP2LHK Palembang Gunakan Alat Sederhana

BP2LHK Palembang (Palembang, 11/10)_ Sebuah keniscayaah memproduksi asap cair (wood vinegar) dengan peralatan sederhana, selain dengan menggunakan peralatan modern. Hal tersebut disampaikan Imam Muslimin, S.Hut.,M.Sc, peneliti  Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang pada Senin (10/10/2018) di ruang kerjanya.

“BP2LHK Palembang menggunakan teknik sederhana dalam memproduksi asap cair dengan memanfaatkan bahan baku bekas, sepert drum besi bekas minyak sebagai tungku dan bilah bambu sebagai  pendinginnya” jelasnya.

Lebih lanjut Imam mengatakan bahwa produksi asap cair yang dihasilkan dengan peralatan sederhana ini dinilai kurang efisien dibandingkan dengan peralatan modern, namun Imam optimis alat sederhana ini akan dapat diterima oleh masyarakat umum.

“Memang, penggunaan alat sederhana ini mempunyai efisiensi yang rendah, namun alat ini relatif mudah dan murah sehingga masyarakat umum bisa menggunakannya” tegasnya.

Peneliti Bidang Silvikultur ini mengatakan bahwa produksi asap cair yang dilakukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo ini merupakan  bagian dari program Pengelolaan KHDTK.  Berbagai jenis tanaman asli Provinsi Sumatera Selatan dan koleksi jenis tanaman budidaya kegiatan penelitian berpotensi untuk dikembangkan menjadi asap cair dengan keunggulan masing-masing sesuai jenis dengan sifat kayunya.

“Hasil produksi asap cair berbagai jenis ini dalam jangka panjang bisa diintegrasikan dengan penelitian aplikatif untuk mengetahui optimalisasi peran masing-masing asap cair dari masing-masing jenis tanaman yang diproduksi” jelasnya

Asap cair mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya.Selama proses pembakaran, komponen dari kayu akan mengalami pirolisa menghasilkan berbagai macam senyawa antara lain fenol, karbonil, asam, furan, alkohol, lakton, hidrokarbon, polisiklik aromatik dan lain sebagainya.

Dalam dunia silvikultur, asap cair mengandung berbagai unsur  hara mikro yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman seperti asam asetat, methanol, fenol dan turunannya. Asap cair dapat digunakan untuk membantu mempercepat tumbuh tanaman, mengatasi tumbuh tanaman liar, menghambat pertumbuhan mikro organisme pengganggu tanaman, mencegah tumbuhnya jamur/patologi dan menolak kehadiran serangga perusak tanaman (Soe**).

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar