Reportase

BP2LHK Palembang Rancang Pembentukan Pusat Unggulan IPTEK (PUI)

Selasa, 3 Apr 2018 | 120 Dibaca

BP2LHK Palembang Rancang Pembentukan Pusat Unggulan IPTEK (PUI)

BP2LHK Palembang (Palembang 03/04) Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang Ir. Tabroni, MM mengatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kapasitas kelembagaan, kapabilitas kelembagaan dan sumber daya serta jaringan IPTEK dari lembaga litbang, BP2LHK Palembang sebagai salah satu institusi litbang harus mempunyai Pusat Unggulan IPTEK (PUI). Menurut Tabroni, PUI yang nanti diusulkan harus disesuaikan dengan sumberdaya dan kepakaran fungsional peneliti yang dimiliki oleh BP2LHK Palembang.

 

“Sesuai dengan tujuan pelaksanaan kegiatan pengembangan Pusat Unggulan Iptek yang digadang oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti), PUI ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan relevansi dan produktivitas serta pendayagunaan IPTEK dalam sektor produksi yang pada gilirannya nanti dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu kita harus menentukan tema yang bisa kita angkat sebagai jargon dalam PUI kita” kata Tabroni pada pembukaan rapat pembahasan PUI pada Senin (02/04) di Ruang Rapat Tembesu BP2LHK Palembang.

 

Kepala Seksi Program dan Evaluasi Bambang Setiyono, S.Hut., M.AP menambahkan bahwa sesuai dengan pedoman pengembangan PUI yang dikeluarkan oleh Kemenristek Dikti, dalam menentukan tema PUI lembaga litbang harus memperhatikan tujuh bidang Program Utama Nasional (PUNAS) Riset sesuai dengan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 serta Agenda Riset Nasional (ARN) diantaranya Bidang Pangan dan pertanian; Energi, Energi Baru dan Terbarukan; Kesehatan dan Obat; Transportasi; Telekomunikasi, Informasi dan Komunikasi; Teknologi Pertahanan dan Keamanan; dan Material Maju.

 

“Tema atau fokus pada bidang riset harus spesifik, artinya kegiatan yang dilakukan menjurus pada bidang tertentu dengan mempertimbangkan potensi daerah, tujuh bidang Program Utama Nasional (PUNAS) Riset, dan juga arahan Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan” kata Bambang

 

Lebih lanjut, Bambang menambahkan bahwa spesifikasi selain memberikan kejelasan identitas juga menjadi salah satu unsur pembanding dengan lembaga sejenis lainnya. Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah relevansi keluaran riset yang harus sesuai dengan kebutuhan IPTEK sehingga mampu menjadi problem solving yang nyata.

 

“Untuk dikembangkan sebagai PUI, lembaga riset akan dinilai berdasarkan empat kriteria yaitu: kemampuan menyerap informasi dan teknologi dari luar (sourcing/ absorptive capacity), Kemampuan mengembangkan kegiatan riset berbasis demand driven dan bertaraf internasional (research and development capacity), kemampuan mendiseminasikan hasil-hasil riset berkualitas bertaraf internasional (disseminating capacity), dan kemampuan mengembangkan dan melestarikan potensi sumberdaya lokal secara berkelanjutan (local resources development and sustaining capacity). Selanjutnya komponen-komponen penilaian tersebut akan dimasukkan ke dalam form isian lembaga” jelas Bambang.

 

Diskusi yang dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, fungsional peneliti dan teknisi lingkup BP2LHK Palembang tersebut menghasilkan beberapa tema/fokus riset yang nantinya akan dibahas lebih lanjut.  Selain itu, turut pula terpilih Dr. Sri Utami, SP., M.Si sebagai Person In Charge (PIC) dalam pembentukan PUI BP2LHK Palembang.

Sampai dengan tahun 2017, terdapat dua lembaga Penelitian dan Pengembangan lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Litbang KLHK) yang telah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK yaitu Balai Besar Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan sebagai Pusat Unggulan IPTEK Pemuliaan Tanaman Huan Tropis dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan sebagai Pusat Unggulan IPTEK Pemanfaatan Hasil Hutan Tropis.  Selain itu,  Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan yang merupakan gabungan antara Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru dengan Universitas Lambung Mangkurat ditetapkan juga sebagai Pusat Unggulan IPTEK Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan. Selanjutnya tiga lembaga litbang KLHK yang masih dalam proses pembinaan Kemenristek Dikti yaitu Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai Pusat Unggulan IPTEK Mitigasi Bencana Berbasis DAS, Balai Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu sebagai Pusat Unggulan IPTEK Bioprospeksi Sumber Daya Hutan Bukan Kayu dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim sebagai Pusat Unggulan IPTEK Kebijakan Perubahan Iklim.  (SOE)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar