Reportase

BP2LHK Palembang Dukung Pengembangan Model Percontohan Pengelolaan di KPHP Meranti

Rabu, 15 Nov 2017 | 6 Dibaca

BP2LHK Palembang Dukung Pengembangan Model Percontohan Pengelolaan di KPHP Meranti

BP2LHK Palembang (Palembang, 10/11/2017). Tata kelola hutan yang baik di tingkat tapak menjadi salah satu kekuatan garis depan dalam kerangka pengelolaan hutan lestari dan berkeadilan. Peran KPH sebagai unit terkecil pengelolaan di tingkat tapak menjadi sangat krusial dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Namun sayangnya, dalam skema pembangunan daerah, program-program KPH tidak menjadi prioritas utama, sehingga dukungan pun sulit di dapat. Perlu kompetensi, komitmen dan kerjasama kuat antar instansi agar fungsi KPH bisa terlaksana dengan efektif dan efisien.

Untuk merealisasikan rencana pengelolaan wilayah hutan produksi di KPHP Meranti, Kepala KPHP Meranti, Wan Kamil, S.H bertandan ke BP2LHK Palembang (Jumat, 10/11/2017). Dalam diskusi yang dilaksanakan di ruang Kepala Balai dan dihadiri juga oleh beberapa staf Zoological Society of London (ZSL) Palembang, beliau mengharapkan BP2LHK Palembang bisa memberikan dukungan untuk program kerja yang akan dilaksanakan di KPHP Meranti. Dukungan tersebut berupa kerja sama penyusunan konsep model percontohan pengelolaan yang sesuai dengan kondisi kawasan di KPHP Meranti dan mudah dikembangkan serta diterapkan di masyarakat.

“Kita ada lahan seluas 270 ha, tapi belum tahu mau dikembangkan seperti apa. Tahapan awalnya sudah kita mulai, kerja sama dengan ZSL. Kelompok tani sudah terbentuk, hanya aktifitasnya yang belum ada”, terangnya. Agus Irwanto Wibowo dari Zoological Society of London (ZSL) menambahkan bahwa 270 ha itu berada di kawasan penduduk. Namun, dari 270 ha itu tidak semua dikelola masyarakat, mereka hanya mengklaim kepemilikan lahan tersebut. Kondisi lahan banyak yang masih berupa semak belukar, tetapi ada juga lahan yang telah dikelola masyarakat dengan mendapat bimbingan/pendampingan dari BPDAS HL Musi. Daerah tersebut didiami oleh 51 kepala keluarga, dan saat ini sudah terbentuk dua kelompok tani. “Dengan kerja sama ini, demplot yang akan kita kembangkan nanti bisa menjadi implementasi dari penelitian terapan yang sudah dilakukan. Diversifikasi produk bisa menjadi andalan model yang kita kembangkan nantinya”, tuturnya.

Kepala Balai Litbang LHK Palembang, Ir. Tabroni. M.M. mengatakan bahwa Litbang LHK Palembang dengan SDM yang tersedia siap mendukung pembentukan model percontohan pengelolaan lahan tersebut. Konsep pengelolaan ini membutuhkan kajian terintegrasi dari hulu ke hilir secara holistis. “Kita tidak ingin menjadi follower, tapi menciptakan pasar dengan model yang akan dikembangkan bersama ini”, tegasnya. (Fitri Agustina)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar