Reportase

BP2LHK Palembang Ajak Rimbawan Peduli Kesehatan Reproduksi Wanita

Selasa, 7 Nov 2017 | 9 Dibaca

BP2LHK Palembang Ajak Rimbawan Peduli Kesehatan Reproduksi Wanita

Palembang (BP2LHK Palembang, 7/11/2017). Tingginya kasus kanker serviks dan kanker payudara di Indonesia, membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia.Sementara kanker payudara, menjadi kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks. Menyadari pentingnya upaya pencegahan terhadap penyakit ini, BP2LHK Palembang selaku Koordinator Wilayah UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan se-Sumatra Selatan bekerjasama dengan Laboratorium Klinik Pramita mengajak para rimbawan untuk peduli kesehatan reproduksi wanita dengan menyelenggarakan layanan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara.

Deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara dengan metode Pap Smear dan Palpasi Payudara ini diperuntukan bagi wanita yang sudah/pernah menikah atau yang pernah berhubungan seksual. Beberapa persiapan pemeriksaan yang harus dilakukan antara lain: tidak dalam keadaan menstruasi (minimal dalam keadaan bersih 3-5 hari), dalam 1-2 hari terakhir tidak melakukan hubungan seksual, tidak menggunakan panty liner minimal 1 hari sebelum pemeriksaan, tidak dalam keadaan hamil, dan tidak menggunakan obat-obatan vaginal.

Layanan deteksi dini kanker ini dilaksanakan secara gratis (Selasa, 7/11/2017) di ruang rapat BPDAS HL Musi dan diikuti oleh 50 orang rimbawan dan ibu-ibu dharma wanita lingkup UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan se-Sumatra Selatan. Untuk menikmati layanan gratis ini, peserta cukup membawa kartu BPJS Kesehatan Faskes dan KTP.

“Kita harapkan lebih banyak ibu-ibu yang ikut acara ini, karena ini penting untuk kesehatan wanita. Para suami juga berperan penting dalam mensukseskan pemeriksaan deteksi dini kanker ini, dengan mengajak istrinya datang ke acara ini”, ujar Kepala Seksi Data, Informasi dan Kerjasama BP2LHK Palembang, Anita TL Silalahi, S.P., M.Si. Lebih lanjut Anita menjelaskan acara ini diwujudkan untuk mendukung program pemerintah yang dicanangkan sejak tahun 2008 yang lalu.

Rendahnya kesadaran wanita Indonesia akan pentingnya memiliki organ reproduksi yang sehat, dan kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi mengakibatkan tingginya angka kematian akibat penyakit tersebut. Belum lagi anggapan bahwa membicarakan organ reproduksi wanita merupakan budaya tabu. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 347 ribu orang, dimana kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker serviks dan kanker payudara, seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan. (Fitri Agustina).

 

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar