Regional

Punya Sampah Plastik Jual di iGo Green, Sekilo Dibanderol Rp 8.000

Kamis, 28 Feb 2019 | 53 Dibaca

Punya Sampah Plastik Jual di iGo Green, Sekilo Dibanderol Rp 8.000

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Masalah sampah kerap kali menjadi permasalahan tersendiri bagi kehidupan masyarakat. Namun lainnya hal bagi aplikasi iGo Green Palembang, di sana sampah plastik bernilai ekonomis karena bisa di daur ulang kembali agar lebih bermanfaat.

Funder & CEO iGo Green, Hendri Wahyu Kurniawan mengatakan sampah sudah menjadi sebuah permasalahan bersama, bahkan berdasarkan data di tahun 2016, Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia dengan produksi mencapai 3,22 juta ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, hanya 8 persen sampah yang berhasil didaur ulang, sementara sisanya ditimbun, dikubur, dan dibakar. Atas dasar itulah pihaknya membangun aplikasi bernama iGo Green. Aplikasi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pemasalahan sampah.

"Aplikasi ini ditujukan agar masyarakat dapat memandang sampah anorganik menjadi bernilai ekonomis. Artinya sampah yang diproduksi dapat ditukarkan menjadi uang," ujarnya, Selasa (26/2/2019).

Ia menjelaskan, adapun sitem kerja penghasil sampah bisa mengorder sampah melalui aplikasi iGo Green tersebut, nantinya akan ada petugas yang menjemput ke lokasi. Petugas tersebut juga akan langsung menimbang dan melakukan pembayaran terhadap jumlah sampah yang dijual. Di aplikasi itu juga sudah ada pilihan jenis dan harga sampah, setidaknya ada saat ini 14 item pilihan sampah yang sudah dilabel harga.

Diantaranya, plastik air mineral Rp 2.250 per kilogram, kardus Rp 1.000 per kilogram, dan kaleng minuman Rp 8.000 per kilogram.

“Minimal order sampahnya 10 kilogram agar dijemput. Aplikasi ini sendiri bisa di unduh melalui google play store, dan sementara waktu ini hanya berlaku untuk wilayah Kota Palembang dulu," jelas Hendri. 

Selain itu, konsumen juga bisa mengatur waktu penjemputan sesuai jadwal yang diinginkan, atau bisa juga berlangganan waktu penjemputan. Misalnya satu minggu sekali, sebulan atau dalam waktu harian. Untuk menjalankan program ini, pihaknya memiliki empat orang petugas yang siap menjemput ke lokasi dan dibekali dengan kendaraan pengangkut operasional.

Aplikasi ini sendir sudah berjalan sekitar enam bulan dan diunduh lebih dari 1.000 pengguna, namun untuk yang aktif baru sekitar 50 akun. Seperti sekolah, hotel, dan restoran.

“Pada umumnya jumlah sampah yang dibeli sendiri rata-rata baru sekitar tiga ton per bulan. Memang perlu waktu untuk mengedukasi masyarakat agar mereka tahu manfaat sampah ketimbang dibuang," ungkapnya.

Sumber: http://palembang.tribunnews.com, Selasa, 26 Februari 2019 17:54

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar