Regional

Madu Alam di Muratara

Jumat, 22 Feb 2019 | 30 Dibaca

Madu Alam di Muratara

Kekayaan alam memang sangat menonjol di Muratara dengan kondisi hutan alam yang masih cukup baik sehingga tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan alam sekitarnya. Sebagai contoh produksi madu alam. Muhayat (25), Salah satu kelompok masyarakat di Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit yang pekerjaannya berburu madu liar alam (sialang). Madu alam liar itu seperti berlian di tengah hutan, selain bermanfaat untuk kesehatan juga bernilai ekonomis tinggi,” katanya.

            Perburuan madu liar dilakukan berkelompok. Madu ini biasanya banyak ditemukan disekitar aliran sungai atau di atas pohon besar di tengah hutan yang disebut juga pohon sialang, satu batang pohon sialang biasanya terdapat puluhan bahkan ratusan sarang madu. Pohon sialang ini oleh masyarakat dipelihara tidak boleh diganggu apalagi di tebang karena untuk penghasilan masyarakat.

            Peralatan, seperti baju pelindung, asap pembakaran, senter serta tali safety selalu menemani mereka sehari-hari. ,” Perburuan kami lakukan di malam hari untuk menghindari serangan lebah karena di siang hari penglihatan lebah sangat tajam,” katanya. Dalam perburuan, tak jarang bertemu hewan buas seperti ular dan babi. Harga madu sialang ini   Rp 150.000,- perliternya. Dalam satu kali perburuan kami bisa mendapatkan 200 liter madu dari batang-batang besar di tengah hutan. Alhamdullilah bisa dapat uang tambahan,” ungkapnya.

            Camat Rupit Asmaun mengatakan, wilayahnya dekat dengan Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan memang banyak madu liar di sekitar hutan. Potensi ini tentunya bisa dikembangkan seperti peternakan madu dan lainnya. ,” Madu alam dari wilayah Muaratara cukup diminati masyarakat dari luar daerah, karena madu asli dari alam,” katanya.

(Sumber: Sumeks, Senin, 18 Februari 2019, Hal 15)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar