Regional

Gambut Murah Picu Alih Fungsi Lahan

Selasa, 30 Okt 2018 | 10 Dibaca

Gambut Murah Picu Alih Fungsi Lahan

Palembang_ Provinsi Sumatera Selatan termasuk salah satu daerah yang memiliki luas lahan gambut yang cukup besar yaitu 1,4 juta hektar atau sekitar 10 persen luas gambut nasional. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengharapkan agar ada langkah untuk dapat mempertahankan atau memaksimalkan potensi lahan gambut. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berencana membuat perda yang mengatur alih fungsi lahan gambut. Pasalnya, proses alih fungsi lahan menjadi salah satupenyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel.

Gubernur Sumatera Selatan mengatakan perda itu nantinya mengatur agar potensi lahan gambut bisa dipelihara dan dikembangkan untuk kepentingan rakyat, terutama dibidang pertanian. Jangan sampai lahan gambut malah menjadi lahan perkebunan atau perumahan, sehingga fungsi lahan gambut sebagai daerah resapan air dan habitat flora dan fauna tetap terjaga.

Praktek jual beli gambut juga menjadi persoalan. Harganya dijual murah, per hektar hanya sekitar 1-2 juta, sehingga menarik investor untuk mengembangkannya menjadi kawasan pemukiman ataupun perkebunan.persoalan ini juga yang harus diatasi karena jika terus terjadi lama kelamaan ahan gambut bisa habis. Jika semakin tergerus dapat menimbulkan persoalan seperti banjir, karhutla dan sebagainya. Harus ada perhatian dari pemda dibantu dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk pengelolaan lahan gambut yang lebih baik ke depan.

 Sumber: Sumatera Express Selasa (30/10), hal 13 dan 18

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar