Regional

Rumput Menyatu dengan Sungai

Rabu, 9 Jan 2019 | 47

Palembang, SRIPO_ kondisi Sungai Musi serta anak sungainya masih dipenuhi rumput liar, seperti ilalang, eceng gondok serta batangan kayu dan sampah. Kondisi ini membuatnya terlihat kotor. Pantauan SRIPO, aliran anak sungai musi Jl. KH Azhari tepatnya di Sungai Raso Kelurahan 11 Ulu Kecamatan SU II Palembang dipadati dengan rerumputan liar. Padahal kondisi air sedang pasang. Semula air di Sungai ini biasa dijadikan anak-anak mandi dan belajar berenang, sekarang rumputnya menyatu dengan tanah sehingga airnya tidak lagi mengalir. Selain itu, kondisi ini menyebabkan banyak hewan melata bermunculan sehingga membahayakan masyarakat. Pemandangan…

Minim Armada Sampah

Jumat, 4 Jan 2019 | 56

Muratara_Penanganan sampah di wilayah Muratara dinilai kurang maksimal. Sejumlah warga masih membuang sampah di tepi Jalinsum ketimbang ke tempat pembuangan sampah sementara. Sampah-sampah ini menumpuk hingga berminggu-minggu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLH-P) mengatakan pada 2019 pihaknya akan memperluas jarak pengolahan sampah. Saat ini, hanya dilakukan seputaran wilayah wilayah Muratara. Diakui saat ini pemerintah masih kekurangan armada. DLH-P hanya mempunyai 2 dump truck dan3 kendaraan motor pengangkut sampah. Tapi di tahun 2019 semua akan ditingkatkan baik armada maupun radius pengelolaan sampah. Sumber: Sumatera Express, (4/1/2019), halaman 17

Tiga Jam Bersihkan 4 Ton Sampah

Jumat, 4 Jan 2019 | 43

Kayu Agung_ Sampah Desa Menang Raya Kecamatan Pedamaran banyak terbuang di tempat liar. Untuk itulah dilakukan kerja bakti membersihkan sampah. Alhasil dalam 3 jam, 4 ton sampah berhasil dibersihkan. Dalam kegiatan ini diturunkan Babinsa yang dibantu oleh masyarakat serta anggota Polsek Pedamaran. Sebagian besar sampah berupa plastik dan langsung dibuang ke TPA Teluk Gelam. Sumber: Sumatera Express, (4/1/2019), hal 16

Sampah Berkurang 40 Persen

Kamis, 3 Jan 2019 | 39

Acara tahun baru memang selalu menyisakan sampah di titik-titik keramaian Kota Palembang. Namun, arahan Walikota Palembang yang meminta masyarakat tidak terlalu larut dalam euforia dan hura hura memberi dampak positif. Terbukti, jumlah sampah usai sambut tahun baru berkurang. Demikian diungkapkan Kepala Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang yang memimpin langsung pembersihan Kota Palembang di Benteng Kuto Besak (BKB), Selasa (1/1). Dia mengatakan tahun lalu bisa mencapai 20-25 ton, sekarang hanya 10-15 ton. Hal ini menunjukkan  selisih sekitar 40%. Titik yang menjadi pusat pembersihan adalah sekitaran Jalan Merdeka, Jenderal Sudirman, Masjid…

15 Ton Sampah Tahun Baru

Kamis, 3 Jan 2019 | 30

Pasca perayaan tahun baru di sejumlah pusat keramaian di Kota Palembang, ternyata menyisakan tumpukan sampah hingga 15 ton. Ratusan warga larut dalam euporia menyambut kedatangan tahun 2019. Usai pesta berlangsung, yang tersisa tumpukan sampah di sejumlah titik seperti di Plaza BKB, Kawasan Ampera dan Jakabaring. Sampah-sampah sisa tahun baru sebagian besar terdiri dari sampah petasan, makanan dan sampah plastik. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan (DLHK) Kota Palembang mengatakan ada sekitar 15 ton sampah yang diangkut usai perayaan tahun baru di kota palembang. Meski demikian, jumlah ini sedikit berkurang dimana…

Asian Games di Palembang Selesai, Satgas Karhutbunlah tak Lantas Bubar

Kamis, 15 Nov 2018 | 102

TRIBUN SUMSEL --Di balik megahnya penyelenggaraan Asian Games dan menterengnya prestasi atlit nasional ada Satgas Karhutbunlah. Tanpa medali dan bonus prestasi mereka  bekerja ekstra keras menjaga nama baik bangsa agar asap tidak terhirup oleh para tamu negara.Sejak ditetapkan status siaga merah/emergency terkait dengan pelaksanaan Asian Games 2018 terhitung mulai tanggal 20 Juli sampai dengan  9 September 2018 atau sepanjang 52 hari, pencegahan kebakaran hutan di Sumatera Selatan dianggap berhasil di banding wilayah lain yang langganan Karhutbunlah. Tercatat terjadi 63 kali terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan luasan terbakar sebanyak 1.476,5 Ha. Meski demikian, berkat kesigapan petugas dilapangan yang terdiri…

Lihat Nih… Petugas PBK Berjibaku Keringkan Banjir

Rabu, 14 Nov 2018 | 70

PETUGAS Dinas Pemdadam Bahaya Kebakaran (PBK) Palembang terus berjibaku mengeringkan air yang menggenangi sisi Jl Kolonel H Barlian di seberang Graha Pena (kantor Sumeks Grup). Penyedotan dilakukan dengan mengerahkan mobil PBK, Rabu (14/11). Empat selang dipasang untuk mempercepat menyedot genangan air di pinggir jalan. Selang tersebut melintasi jalan dari atas jembatan penyeberangn orang (JPO) Sumeks. Petugas Dinas PU dan Penataan Ruang Palembang juga dikerahkan untuk menggali anak sungai yang berada di samping kiri Hutan Wisata Alam Punti Kayu. sumber: Sumatera Express (14/11)

Ekspedisi Burung Migran, Ini Jenis-jenis Burung Migran Singgah di Taman Nasional Sembilang

Selasa, 13 Nov 2018 | 82

Taman Nasional Berbak Sembilang dikenal sebagai tempat singgah burung migran dari berbagai dunia yang mencari makan. beberapa jenis burung tersebut antara lain burung Dara Laut, burung Biru Laut Ekor Hitam dan burung Biru Laut Ekor Blorok. Burung-burung tersebut berada di Taman Nasional Berbak Sembilang selama periode Otober hingga Februari setiap tahunnya. Tidak hanya berbagai jenis burung migran, satwa yang ada di TN Sembilang di antaranya harimau Sumatera, buaya muara, buaya Senyulong, ular cincin dan masih banyak lagi. sebagai tambahan informasi, selain tempat singgah burung migran, kawasan ini juga dikenal senagai…

Banyak Rumah Warga Terancam Longsor

Senin, 12 Nov 2018 | 83

MURATARA-Ribuan rumah warga di sepanjang aliran sungai Rawas dan Rupit di Kabupaten Muratara, terancam bencana banjir dan tanah longsor. Pasalnya, peningkatan intensitas curah hujan dalam beberapa pekan terakhir memengaruhi peningkatan debit aliran sungai di sepanjang musim penghujan. Menjadi daerah langganan banjir dan berpotensi terkena dampak bencana banjir, longsor mungkin sudah lama menjadi momok menakutkan bagi ratusan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai Kabupaten Muratara, setiap tahun. Irwan, warga Desa Beringin Jaya,‎ Kecamatan Rupit, menuturkan permukiman warga di sepanjang aliran sungai sudah menjadi warisan lintas generasi di Kabupaten Muratara. Bahkan permukiman itu sudah menjadi peradaban tersendiri bagi masyarakat. “Kalau…

Sungai Meluap, Waspada Banjir

Rabu, 31 Okt 2018 | 49

Muratara_ Tingginya curah hujan harus meningkatkan kewaspadaan warga. Muratara salah satu wilayah yang menjadi langganan banjir tahunan. Saat ini, debit aliran Sungai Rupit mulai naik sehingga meningkatkan kekhawatiran luapan sungai di tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Saat musim penghujan, mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani sering tak bisa bekerja karena areal perkebunan yang kerap tergenang air.  Menurut Kepala BPBD Muratara, Zulkipli, potesi luapan sungai di Muratara kerap mengakibatkan bencana banjir dadakan. Meskipn tidak hujan, tetapi wilayah Muratara dapat terkena banjir akibat debit air yang tiggi di wilayah hulu…