Regional

Pemberdayaan Lahan Gambut dengan Kelola Tata Air

Senin, 5 Jun 2017 | 53

Unsur pengelolaan tata air merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha HTI di lahan gambut. Prinsip utama pengelolaan air di lahan gambut adalah evaluasi muka air di saluran pembuangan harus dipertahankan setinggi mungkin namun tetap memberikan kedalaman air tanah yang optimum untuk pertumbuhan tanaman. Beberapa konsep dasar yang harus diperhatikan dalam perencanaan dan pembuatan sistem tata air pada daerah gambut guna membantu pengelolaan tanaman industri seperti acacia, sawit, tebu, kelapa, dan lain sebagainya, yang meliputi sistem hidrologi, sistem kanalisasi dan sistem hidrolika. Sumber: Sriwijaya Post, 29 Mei 2017, Halaman 22

Kejahatan Luar Biasa

Kamis, 1 Jun 2017 | 69

Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji SIK MH akan menindak tegas pelaku kebakaran hutan dan lahan di wilayah OKU Timur. Karhutla tergolong kejahatan luar biasa karena dapat menimbulkan dampak luas bagi masyarakat. Simulasi dan kerjasama pengendalian kebakaran hutan dan lahan di PT MHP dan unsur muspida OKU Timur. Pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan merupakan kredibilitas yang akan dipertaruhkan. GM Fire Protection PT MHP Ir Agung Setyabudi sudah melakukan upaya pencegahan secara dini bersama unsur muspida, TNI, Polri, SKPD terkait bersama masyarakat. Sumber: Sumatera Ekspres, 24 Mei 2017, Halaman 6

2017 Lebih Kering, Risiko Karhutla Tinggi

Senin, 20 Feb 2017 | 104

Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin mendukung revisi aturan tentang pengelolaan APBD demi pencegahan karhutla, menurutnya dengan direvisinya permendagri dimaksud pemda dapat bergerak cepat sebelum karhutla meluas. Sementara Bupati OKI menatgetkan tahun ini kabupatennya tanpa asap. Masyarakat setempat katanya sudah diberi pembekalan bagaimana caranya membuka lahan tanpa asap. Menurut BMKG, iklim di Indonesia pada tahun 2017 lebih kering dibandingkan tahun 2016, sehingga resiko kebakaran hutan dan lahan semakin besar. Sumber: Sumatera Ekspress (24 Januari 2017)

Cegah Karhutla, Perkuat Koordinasi

Rabu, 1 Feb 2017 | 123

Pemkab OKI bersama Dandim 0402 OKI megumpulkan seluruh perusahaan yang beroperasional di wilayahnya guna mencegah ancaman karhutla. Sementara itu Bupati OKI mengungkap mulai awal tahun semua pihak harus memeriksa kesiapan peralatan dalam menghadapi dan mengantisipasi karhutla. Perusahaan harus bertanggung jawab bukan hanya area operasi perusahaan, namun yang disekitarnya. Kapolres OKI AKBP menegaskan, pihaknya selalu instutusi penegak hukum tentunya berkomitmen melakukan pencegahan dan penegakan hukum dalam mencegah karhutla, terpenting harus adanya kesadaran seluruh masyarakat. Sumber: Sumatera Ekspress, 20 Januari 2017

Target Sentra Gaharu Dunia

Jumat, 14 Okt 2016 | 175

Gaharu merupakan salah satu tanaman tang cukup menjanjikan. Apalagi saat ini suplai produksi gaharu belum bisa memenuhi tingginya permintaan pasar dunia. Indonesia sebagai penghasil gaharu terbesar di dunia baru bisa mencukupi sekitar 15 persen dari permintaan pasar dunia. Menanggapi kondisi tersebut CV Bumi Harum mengajak seluruh masyarakat terutama petani di OKU untuk bisa membudidayakan Gaharu, sebab peluang pasarnya sangat tinggi. Harganya juga terbilang menjanjikan. mari tanam gaharu, tapi ikuti anjuran pemerintah, ujar pimpinan CV Bumi Harum, Ketut Zainudin, saat sosialisasi penanaman perdana gaharu di Desa Marta Jaya, Kecamatan Lubuk Raja,…

Harta Terpendam di Lahan Gambut

Senin, 26 Sep 2016 | 242

Purun adalah tanaman sejenis rumput yang tumbuh dirawa rawa. Tanaman ini mampu tumbuh dan berkembang biak secara alami di lahan gambut. Seperti diwilayah Arang Setambung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dalam acara bertajuk, Restorasi Gambut Berbasisi Tanaman Lokal di Sumatera Selatan yang diselenggaran oleh Yayasan Perspektif Baru dan Kemitraan bekerja sama dengan Serikat Hijau Indonesia serta Hutan Kota Institute bersama Jurnalis, peserta melakukan perjalanan ke wilayah lahan gambut, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, Rabu, 30 Agustus 2016 saat menyusuri wilayah gambut. Arang Setambung, terhampar sekitar dan sebanyak 1000 hektare lahan yang dipenuhi…

Teror Tembak RPK Karhutla Merebak

Selasa, 20 Sep 2016 | 199

Isu ancaman penembakan terhadap tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) di wilayah sungai Ketupak, Cengal, merebak. Informasinya, bila regu tersebut melakukan pemadaman tak mengantongi izin kepala desa setempat, bakal ditembak warga. Padahal, tim RPK memang melakukan pemadaman bila terjadi kebakaran. Kepala Dishut OKI, Rosidi, membenarkan adanya teror tersebut. Terutama terhadapRPK dari perusahaan yang bertugas disana. Menurut laporan dari tim dilapangan saat itu petugas dari RPK didaerah Sungai Ketupak ditelepon masyarakat disana kalau ada RPK mau memadamkan api yang membakar lahan harus izin dulu dengan Kepala Desa, ujar Rosidi, kemarin, 12 Agustus…

Pengantin Tanam Pohon

Senin, 19 Sep 2016 | 211

Ada yang menarik dari pembukaan acara gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon, pameran kreasi sampah dan tutorial olah sampah di Hutan Kota Gandus. Bumi perkemahan Pramuka Gandus, kemarin, tanggal, 10 Agustus 2016. dalam acara yang digelar BP DAS dan Hutan Lindung Musi itu, belasan pasang calon penganten dari 16 kecamatan se-Kota Palembang ikut menanam pohon. Salah satu pasangan Andre dan Nia. Mereka berpartisipasi menanam pohon karena nantinya bisa jadi peneduh dimusim panas. Ditambah dianjurkan KUA untuk menanam pohon saat mengajukan surat menikah. Kami setuju saja karena ini bernilai positif. penanaman pohon juga sebagai simbol cinta yang…

Hotspot Menurun Drastis

Kamis, 15 Sep 2016 | 167

Hujan cukup deras yang mengguyur kota Palembang dan beberapa kabupaten di Sumatera Selatan, Senin, 8 Agustus 2016 malam membuat hotspot atau titik api terpantau menurun. Dari pantauan Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika, 9 Agustus 2016 yang diterima dari Lapan, tercatat ada 19 titik api yang tersebar di seluruh wilayah Sumsel. Ada pun 19 hotspot yang terpantau di Sumsel yakni OKI satu titik, Banyuasin satu titik, OKU 2 titik, Pali 2 titik, Muratara 3 titik, Musi Banyuasin 4 titik dan Musi Rawas ada 6 titik api. Faktor hujan kemarin hotspot jadinya…

Hilangkan Kebiasaan Bakar Lahan

Kamis, 8 Sep 2016 | 203

Beralasan lebih hemat waktu dan biaya, petani memilih membuka lahan pertanian dengan cara membakar. Padahal, kebiasaan tersebut dapat mengakibatkan kerugian materil dan non materil bagi petani itu sendiri dan orang lain. Maka itu Camat Abab, Drs Arpan mengajak seluruh masyarakatnya untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Kalau mau membukan lahan perkebunan, janganlah dengan cara membakar, tegasnya. Karena dampaknya sangat berbahaya sekali bagi masyarakat dan lingkungan hidup, seperti beberapa waktu yang lalu, bencana kabut asap yang menyerang masyarakat Sumatera Selatan tak hanya mengganggu aktivitas warga, anak sekolah diliburkan, tapi juga perekonomian termasuk penundaan…