Berita ~ Berita Litbang

Cerita Belimbing Wuluh dengan Beragam Manfaat

Senin, 14 Jan 2019 | 213

Cerita Belimbing Wuluh dengan Beragam Manfaat

Palembang (BP2LHK, 10/1)_Belimbing wuluh (Avverhoa blimbi) dikenal pula dengan nama Belimbing besi, belimbing botol (Sumatera Selatan); limeng, selimeng (Aceh); selemeng (Gayo); asom, balimbingan (Batak); balimbieng, (Minagkabau); balimbing (Lampung); balimbing wuluh, blimbing (Jawa), balingbing, calingcing wulet (Sunda); blingbing buloh (Bali); limbi (Bima); lembetue (Gorontalo); bainang (Makasar); calene (Bugis); takurela (Ambon), dan uteke (Irian Jaya).

Belimbing wuluh merupakan jenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, menyukai tempat tumbuh yang cenderung terbuka dan cukup lembab. Tanaman ini dapat tumbuh mencapai  10 m, berbatang pendek dengan diameter 30 cm. Batang lunak tapi kasar, warna putih. Daun majemuk bersirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun, utamanya berkelompok pada ujung cabang. Anak daun bertangkai pendek, bulat telur sampai jorong, ujung meruncing, pangkal membulat, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warna hijau, pemukaan bawah hijau muda. Perbungaan tersusun dalam malai, bunga kecil-kecil berbentuk bintang berwarna ungu kemerahan, panjang 10-22 mm. Buah berupa buni, bergantung pada batang atau dahan, bentuk bulat lonjong bersegi, warna hijau kekuningan, panjang 4-6,5 cm, berair banyak dan berasa masam.

Selain sebagai bumbu masak, tanaman ini juga dikenal memiliki banyak manfaat, terutama untuk pengobatan. Dilansir dalam Tribun Jogja, belimbing wuluh dapat meredakan batuk, mengobati sakit gigi, bahkan mengobati wajah yang berjerawat. Hasil penelitian tim peneliti biofarmaka Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang menyebutkan bahwa belimbing wuluh juga dapat mengobati penyakit degeneratif metabolik diantaranya darah tinggi, reumatik, kencing batu, diabetes dan hipertensi.

Dikutip dari Buku Tanaman Obat dan Herbal dari Hutan untuk Penyakit Degeneratif Metabolik yang diterbitkan oleh BP2LHK Palembang tahun 2018, belimbing wuluh mengandung senyawa aktif diantaranya hasil uji fitokimia yang dilakukan pada daunnya menunjukkan bahwa daun belimbing wuluh mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, tannin dan steroid, sedangkan pada buahnya mengandung senyawa aktif flavonoid, saponin dan triterpenoid.

Selain sebagai obat, belimbing wuluh juga berpotensi menjadi pestisida nabati. Hasil penelitian yang dilakukan sejak tahun 2005 oleh tim peneliti bidang perlindungan hutan BP2LHK Palembang menyebutkan bahwa tepung daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 6% dapat menghambat perkembangan  serangga Sitophilus zeamais. Kemudian, kajian yang dilakukan oleh Bintang Wahyu Syah dan Kristanti Indah Purwani dalam Jurnal Sains dan Seni Vol. 5, No.2, tahun 2016 menyebutkan bahwa dengan konsentrasi 80% - 90%, ekstrak daun belimbing wuluh dapat membunuh larva Spodoptera litura.

Belimbing wuluh juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik alternatif. Kandungan asam sitrat yang bersifat elektrolit pada buah yang dapat digunakan sebagai cairan volta untuk menghasilkan arus listrik. Meskipun besar tegangan yang dihasilkan masih sangat kecil akan tetapi berdasarkan hasil penelitian Sri Suryaningsih yang dimuat dalam Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol 06, No 01, Juni 2016, menyatakan bahwa setiap 100 mL larutan belimbing wuluh yang digunakan sebagai elektrolit menghasilkan tegangan sebesar 0.72 volt dan arus listrik sebesar 0.29 mA.**nsoe.

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

1 Komentar

Hendra sanjaya

Ada bibitnya nggak admin??? Mau dong

Kamis, 17 Jan 2019