Berita ~ Fokus Litbang

Upaya kukuhkan Hasil Litbang, BP2LHK Palembang Gelar Sosialisasi dan Bimtek HAKI

Selasa, 24 Sep 2019 | 59

Upaya kukuhkan Hasil Litbang, BP2LHK Palembang Gelar Sosialisasi dan Bimtek HAKI

BP2LHK Palembang (24/09/2019)_ Perlindungan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual atau HAKI sangat penting untuk mengukuhkan hasil temuan peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham) Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Yenni, S.H., M.Hum saat menyampaikan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Ruang Rapat Tembesu, BP2LHK Palembang pada Senin (23/9/2019).

“Hasil-hasil penelitian dapat dilindungi secara hukum dengan hak cipta. Hak cipta bentuknya harus nyata, bisa dalam bentuk karya tulis ilmiah atau buku” paparnya.

Lebih lanjut, dalam paparannya Yenni menjelaskan bahwa hak cipta didefinisikan sebagai hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ide, gagasan, pemikiran yang belum diwujudkan dalam bentuk nyata atau masih dalam angan-angan bukan termasuk dalam lingkup Hak Cipta. Pencipta didefiniskan sebagai orang baik perorangan maupun tim dengan maksimal jumlah tim 5 orang. Persyaratan untuk di daftarkan hak cipta nya yaitu harus fixed, form dan original. Perlindungan hak cipta berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung selama 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia. Jika pemegang hak cipta adalah badan hukum jangka waktu perlindungan berlaku 50 tahun sejak pertama kali dilakukan pengumuman.

“Pemberian perlindungan hak cipta diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, dimana pada pasal 4 berbunyi hak cipta sebagaimana dimaksud pada pasal 3 huruf a merupakan hak ekslusif yang terdiri atas hak moral dan hak ekonomi” jelas nya.

Hak moral mengatur tentang larangan untuk melakukan perubahan isi ciptaan, perubahan judul ciptaan, perubahan nama pencipta dan perubahan ciptaan. Sedangkan hak ekonomi merupakan hak untuk mengumumkan dan memperbanyak ciptaan.

“Perlindungan terhadap kekayaan inteletual ini sangat penting karena dapat melindungi hak pencipta sehingga pada akhirnya dapat memacu masyarakat untuk berinovasi” pungkasnya.

Acara ditutup oleh Kepala BP2LHK Palembang, Ir. Tabroni, MM. yang menyampaikan terima kasih kepada perwakilan Kemenkumham Kanwil Provinsi Sumatera Selatan yang telah menyempatkan waktu untuk sharing informasi tentang HAKI.  

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi landasan bagi para peneliti untuk lebih memperhatikan dan memahami perlindungan hukum bagi hasil-hasil litbang, sehingga kualitas hasil penelitian semakin tinggi value nya” pungkas Kepala Balai menutup acara tersebut (nsoe**)

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar