Berita ~ Fokus Litbang

Perkuat Sinergi Keunggulan Riset Indonesia, Balai Litbang LHK Palembang Gelar FGD

Selasa, 29 Okt 2019 | 83

Perkuat Sinergi Keunggulan Riset Indonesia, Balai Litbang LHK Palembang Gelar FGD

Palembang (BP2LHK, 29/10/2019)_dalam rangka mendukung hasil riset yang berdaya guna, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Palembang mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Restorasi Lanskap Hutan Dataran Rendah pada Selasa (29/10/2019) di Ruang Rapat Tembesu BP2LHK Palembang.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH), Dr. Dwi Sudharto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pusat Unggulan IPTEK (PUI) yang digagas oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Ristekdikti) diarahkan untuk penguatan lembaga litbang sebagai salah satu komponen penguatan sistem inovasi nasional. Hal ini dimaksudkan agar lembaga litbang mempunyai kinerja tinggi dengan menghasilkan inovasi teknologi sesuai kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi, baik itu masyarakat, industri maupun pemerintah

BP2LHK Palembang sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Litbang dan Inovasi Kementerian LHK telah memperoleh status pembinaan oleh Kemenristek dikti berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 381/M/KPT/2018  tanggal 13 Desember 2018 dengan nama PUI Restorasi Lanskap Hutan Dataran Rendah. Tujuan umum pengembangan PUI Restorasi Lanskap Hutan Dataran Rendah adalah menguatkan tata kelola litbang sebagai upaya menjadi pusat unggulan di bidang Restorasi Lanskap Hutan Dataran Rendah yang profesional. Sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai adalah: (1) meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia untuk menguatkan kelembagaan BP2LHK Palembang sebagai center of excellence, sumber referensi bagi pengguna di tingkat nasional dan internasional; (2) meningkatkan kinerja penelitian dan pengembangan dalam rangka peningkatan kualitas output/paket IPTEK yang dihasilkan BP2LHK Palembang; (3) meningkatkan penyebarluasan hasil penelitian dan pengembangan dan diversifikasi hasil diseminasi; dan (4) membangun, memperluas dan memperkuat jejaring kerja litbang di tingkat nasional dan internasional.

Lebih lanjut, orang nomor satu di P3HH itu menjelaskan bahwa BP2LHK Palembang terus melakukan usaha dalam rangka pengembangan IPTEK yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam khazanah IPTEK. Hal ini sesuai dengan tupoksi BP2LHK Palembang sebagai institusi litbang, sehingga mampu menjawab permasalahan aktual dan strategis bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

“Sinergi PUI merupakan suatu langkah untuk mendorong lembaga litbang menghasilkan produk akhir dalam memenuhi kebutuhan pengguna. Selain itu, kerangka sistem ini juga ditujukan untuk meningkatkan jejaring lembaga litbang unggul dalam memperkuat sinergi keunggulan riset Indonesia” jelas Dr. Dwi Sudharto

Diakhir sambutannya, beliau menyampaikan harapan, kegiatan FGD hari ini dapat merumuskan beberapa hal terkait inisiasi dan sinergisitas kegiatan riset antara BP2LHK Palembang dengan lembaga/institusi lainnya dalam mendukung pengembangan PUI Restorasi Lanskap Hutan Dataran Rendah.

Kegiatan FGD ini mengusung dua tema utama yaitu Peningkatan produktivitas Lahan Basah Terdegradasi melalui Pengembangan Agrosilvofisheri yang disampaikan oleh Ir. Bastoni, M.Si dan Rehabilitasi dan Peningkatan Produktivitas Lahan Kering melalui Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dan Bukan Kayu oleh Sahwalita, S.Hut., M.P.  Keduanya merupakan peneliti ahli madya bidang kepakaran silvikultur di BP2LHK Palembang.

Turut hadir dalam kegiatan FGD ini perwakilan dari 6 (enam) lembaga riset kementerian (L/K) yaitu Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Riset Perkebunan Nusantara, PERUM PERHUTANI, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain itu turut hadir perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, UPT Kementerian LHK lingkup Provinsi Sumatera Selatan, Kesatuan Pengelola Hutan lingkup Provinsi Sumaera Selatan, Tim Restorasi Gambut Provinsi Sumatera Selatan, dan Akademisi dari beberapa perguruan tinggi di Palembang.(nsoe**).

Untuk bahan presentasinya silakan unduh disini

Isi Komentar Anda

  • Email tidak akan ditampilkan
  • Komentar akan di Validasi terlebih dahulu oleh Admin sebelum ditampilkan

0 Komentar